Tuesday, February 13, 2007

Tidak menutup kemungkinan suku bunga the Fed naik lagi


Resume by: BMS

Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher mengatakan bahwa ia dapat menerima kondisi inflasi saat ini, namun akan berpegang teguh dengan kenaikan suku bunga bila inflasi tidak menurun seperti yang diperkirakan.

Sepertinya tidak ada yang puas mengenai inflasi Us saat ini (Mod:begitu juga saya), terlebih lagi para anggota the FED, dan salah satunya adalah Richard Fisher, walaupun masih dapat menerima kondisi inflasi saat ini, seperti yang ia katakan dalam pidatonya; “Tidak ada pejabat bank sentral yang berpuas diri mengenai inflasi, namun saya dapat menerima kondisi inflasi saat ini,” kata Fisher dalam pidato di depan Rotary Club of the Park Cities 10 feb 07. “Bila kenaikan suku bunga diperlukan, saya akan menyarankan secara penuh hal itu. Namun untuk saat ini saya cukup menerima kondisi inflasi dengan bijak,” kata Fisher.

The Fed telah mempertahankan suku bunga di 5,25% dalam 5 rapat terakhir, setelah menaikkannya pada Juni lalu. Fisher mengatakan bahwa ia yakin the Fed dapat mewujudkan tingkat pertumbuhan yang dapat membawa tingkat inflasi inti kembali ke bawah 2% bila tekanan inflasai dan deflasi seimbang.

“Saya akan tenang bila kita dapat mendorong inflasi inti ke bawah 2% dan mempertahankan di level itu,” katanya. Pada 2006, indeks Personal Consumption Expenditure (PCE), indikator inflasi acuan the Fed, naik sebesar 2,2%, diatas level batas the Fed.

Fisher mengatakan bahwa pandangannya mengenai ekonomi AS tidak berubah sejak pidato terakhirnya pada 19 Desember tahun lalu. “Pertumbuhan ekonomi AS kuartal keempat sebesar 3,5% kemungkinan akan direvisi menjadi sekitar 3%, dan pada 2007 pertumbuhan dapat mencapai pada tingkat yang sama,” katanya.



senada dengan pendapat Fisher, Sandra Pianalto, juga mengatakan yang sama:


Presiden the Fed distrik Cleveland Sandra Pianalto sabtu 10 february kemarin mengatakan bahwa ia belum yakin tingkat inflasi AS saat ini telah bergerak ke tren menurun. Selain itu ia mengatakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin masih diperlukan.

“Gambaran inflasi nasional kurang terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir karena gejolak harga energi, komoditas, dan properti,” kata Pianalto pada suatu kelompok bisnis dan pemimpin komunitas.

“Pada saat kondisi pasar-pasar itu mulai normal, dan kita mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai tren inflasi, kita melihat bahwa ancaman inflasi masih mengintai. Bila seperti itu, maka diperlukan pengetatan kebijakan, tentu saja, hal itu tergantung dengan kondisi baik inflasi maupun pertumbuhan ekonomi,” katanya.

The Fed telah mempertahankan suku bunga sebesar 5,25% sejak Juni lalu, dan pasar keuangan memperkirakan the Fed akan terus mempertahankannya sampai pertengahan tahun ini. “Dengan mempertahankan suku bunga, memberikan kami waktu untuk mengevaluasi dampak penuh kenaikan suku bunga sebelumnya terhadap kondisi ekonomi dan inflasi,” kata Pianalto.

Mengulangi pernyataannya 18 Januari lalu, Pianalto mengatakan bahwa ekspektasi inflasi tetap cukup stabil, menunjukkan bahwa pelaku pasar cukup yakin the Fed dapat mengendalikan tingkat inflasi. Namun ia mengatakan bahwa bila inflasi terus naik untuk waktu yang lama, ekspektasi akan berubah.

Pianalto, yang bukan merupakan anggota FOMC yang memiliki hak voting tahun ini, menyebutkan bahwa inflasi inti cukup moderat tahun lalu. “Saya menganggap hal itu sangat baik, namun saya belum yakin bahwa tren inflasi mulai turun,” katanya.

“Beberapa pengamat berpendapat kontraksi housing sector sudah berakhir,” katanya. “Pandangan itu terlalu dini, namun data terakhir terlihat cukup baik. Sayangnya, FOMC tidak dapat berbuat banyak untuk meredam kontraksi itu, permintaan dan penawaran housing sector harus seimbang dengan sendirinya.”