Wednesday, December 21, 2011

Kebijakan ECB Diharapkan Mampu Menenangkan Krisis Eropa, Data US turut mengangkat Sentimen Resiko

Para pelaku pasar menantikan ECB yang akan mengumumkan hasil dari kebijakan pinjaman jangka tiga tahunnya. Diperkirakan ECB akan ikut mendorong aktif proses pemulihan kawasan Eropa dengan cara membeli obligasi pemerintah Eropa.Menurut jajak
pendapat yang dilakukan Reuters, bank-bank zona
Euro diperkirakan akan membeli hingga sekitar €250
milyar surat hutang. Kendati demikian, sentimen
secara keseluruhan masih tetap rapuh dan para
investor pun tetap mempertahankan strategi sell on
rally mengingat belum adanya solusi kredibel yang
dihasilkan oleh para pembuat kebijakan untuk
menanggulangi krisis hutang.

Tingkat permintaan pinjaman 3 tahunan dari
European Central Bank untuk pertama kalinya akan di umumkan hari Rabu ini nampaknya akan dapat
menentukan apakah negara yang terserang krisis
hutang dapat sedikit lega atau harus terus terpuruk.
ECB berharap pendanaan tanpa batas yang murah
dan panjang ini dapat memiliki dampak yang cukup
besar, termasuk mendorong optimisme pada bank,
meredakan ancaman krisis likuiditas, dan memicu
bank untuk membeli obligasi Spanyol dan Italia.
Analis mengatakan butuh angka di atas 30 milyar
euro untuk dapat dijadikan sinyal positif bagi negara
yang terserang hutang dan potensi menjadi katalis
dalam mencairkan kebekuan pasar uang.

Sebuah konvergensi dari solidnya data sektor
perumahan AS, kesuksesan lelang obligasi Spanyol dan
mdata sentimen bisnis Ifo Jerman yang berhasil
melampaui ekspektasi telah memicu rebound Euro
pada hari Selasa, yang melesat hingga di atas level
$1.31 untuk pertama kalinya dalam satu minggu
terakhir seiring membaiknya minat terhadap aset
beresiko meredam kecemasan atas masalah hutang di
kawasan Eropa.

Poundsterling Juga berbalik menguat sekitar 1%
mversus Dollar pada hari Selasa seiring meningkatnya
mpermintaan korporasi menjelang akhir tahun dan
membaiknya sentimen terhadap resiko. Data sektor
perumahan AS yang melampaui ekspektasi juga turut
mengangkat sentimen terhadap resiko dan memicu
sejumlah stop loss Pound di sekitar area $1.5600.

para investor berbondong-bondong
beralih memburu mata uang Inggris mengingat aset
Inggris yang dinilai aman dari penyebaran krisis
hutang zona Euro. Rating kredit ‘AAA’ Inggris yang
relatif aman dari ancaman downgrade, jika
dibandingkan dengan Perancis dan Jerman, juga
merupakan faktor utama yang mendukung Cable
sebagai safe haven alternatif saat ini. Meski begitu,
beberapa analis menilai jika status safe haven Sterling
mungkin akan menyusut memasuki tahun 2012 seiring
meningkatnya perseteruan politik di dalam negeri yang
dipicu oleh penolakan Inggris terhadap amandemen
perjanjian Uni Eropa.

Emas Naik Seiring EURO

Harga emas naik pada sesi Eropa hari Selasa seiring euro menguat terhadap dollar, namun kenaikan terbatasi oleh kecemasan bahwa usaha petinggi Eropa untuk mengatasi krisis hutang gagal dan dapat membuat aset Eropa terus tertekan.
Sementara harga spot emas masih naik lebih dari 12% tahun ini, analis mengatakan nampaknya emas akan kesulitan untuk naik dari level saat ini jika dollar mulai menguat lagi. "Dinamika bullish masih ada, namuna da tend penguatan dollar, yaitu data bagus dari AS dan data buruk dari Eropa,'' ucap Carl Firman analis VM Group. "Penguatan dollar biasanya akan menekan emas, dan itu yang kita lihat sat ini. Untuk safe haven, orang memilih dollar. Ada banyak volatilitas pada emas, komoditas dan aset lainnya.''
Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas mengalami kenaikan yang signifikan (21/12) apalagi harga emas yang telah menembus ke bawah 1600 dolar menjadikannya lebih menarik karena sudah relative oversold.
Tadi malam dolar melemah terbatas terhadap euro da rival-rival utamanya. Uni Eropa berkomitmen untuk menyalurkan dana sebesar 150 miliar euro (195 miliar dolar) melalui IMF untuk pinjaman Negara-negara bermasalah di Eropa. Sementara itu ECB setuju untuk meningkatkan bantuan melalui pembelian obligasi pemerintah Eropa. Keyakinan bisnis Jerman secara tidak terduga meningkat untuk dua bulan berturut-turut.

Wednesday, November 9, 2011

MDI News Briefing Rabu 9 November 2011

MDI News Briefing
Rabu 9 November 2011

After Papandreou Now Berlusconi

[Italian PM Berlusconi Resigns] > [Hopes for New Leadership to Solve Crisis] > [EUR/USD Bullish]
Setelah Papandreou, kini Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi berada pada tekanan yang makin meningkat dalam pekan ini untuk melepaskan jabatanya, ketika reformasi yang ia lakukan dinilai gagal untuk menghindarkan italia dari krisis. Oposisi mengumumkan bahwa ia telah kehilangan mayoritas parlemen, dan dengan demikian diminta untuk mengundurkan diri.
setelah bertemu dengan Presiden Giorgio Napolitano untuk sekitar satu jam. Pada 18:58 GMT, Berlusconi membahas pada media dan mengumumkan bahwa ia akan mundur setelah reformasi anggaran yang diperlukan untuk membantu Italia memotong defisit diberlakukan. Ia juga menyerukan pemilihan umum dini.

Market merespon berita ini dengan optimis, Harapan bahwa kepemimpinan baru akan memecahkan masalah krisis. Sehingga Euro kemarin mengalami Bullish.

Gold; Setelah test level 1800, emas ditutup turun
Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas berjangka mengalami penurunan setelah sempat melaju ke atas level 1800 dolar per troy ons. Harga akhirnya berakhir di bawah level 1800 dolar. Kenaikan harga emas terjadi setelah PM Italia Silvio Berlusconi menyatakan kesediaan untuk mundur setelah parlemen Italia menyetujui langkah-langkah pengetatan.

Para investor melihat makin sedikit alasan untuk tetap mengoleksi emas. Saat ini harapan membaiknya kondisi Eropa mulai membesar setelah pemimpin di Negara bermasalah seperti Yunani dan Italia akan mengalami pergantian.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih akan bergerak cenderung konsolidasi untuk sementara. Pasar akan kembali menentukan apakah emas masih menjadi safe haven di tengah kondisi ekonomi global yang kembali dipenuhi ketidakpastian. Diperkirakan harga akan cenderung mengalami pergerakan pada kisaran 1750 – 1800 dolar per troy ons.


AUD/USD – selama 4 bar berturut turut, AUD menunjukan pin bullish.
Perlu break di atas 1.0445 untuk meng- konfirmasi gain dalam sesi kedepan untuk bisa mencapai 1.0500, meski ada resistan kecil di 1.0410.
Support ada di 1.0360, 1,0320 dan 1.0270

USD/CHF - tetap di atas garis tren naik pada 4-jam grafik, dan tetap dalam kondisi uptrend dari 0,8569. Selama hold di garis trend line, uptrend bisa diharapkan untuk melanjutkan, dan target berikutnya akan di area 0,9150-0,9200.

Pada downside, break di bawah trend line akan menunjukkan bahwa uptrend dari 0,8569 0,9067 telah selesai di sudah, maka gerakan ke bawah dapat membawa ke zona 0,8000.

EUR/USD – diperdagangkan di kisaran 1.3860-1.3815 di sesi asia.
Zona eropa sempat di guncang oleh kabar mengenai kabar berlusconi yang mundur dari jabatanya sebagai PM Itali. Dan perhatian masih kepada keadaan yunani dan italia, termasuk atas pemilihan PM yunai mendatang.
Resistansi terletak di 1,3855, 1,3880 dan 1,3910.
Support terletak di 1,3800, 1,3750 dan 1,3710


Index Asia
Pada perdagangan di bursa Hong Kong (Hang Seng) pagi hari ini terjadi kenaikan yang tajam (09/11). Bursa menguat didorong oleh sentiment positif mengenai kesediaan PM Italia Silvio Berlusconi untuk mundur. Sementara itu kenaikan inflasi di China tampak berpotensi untuk membebani pergerakan bursa. Sementara itu indeks spot hang seng mengalami peningkatan sebesar 444.33 poin (2.26%) di posisi 20122.80 poin.
Diperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa akan cenderung mengalami kenaikan lanjutan meskipun terbatas. Kemungkinan besar indeks akan mengalami pergerakan pada kisaran 19980 –  20200 poin.
Bursa Korea Selatan (Kospi) menguat setelah adanya harapan bahwa PM Italia bersedia untuk mengundurkan diri setelah langkah-langkah pengetatan disetujui. Bursa Wall Street dini hari tadi mengalami kenaikan untuk dua hari berturut-turut.
Indeks berjangka Kospi 200 untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan dan dibuka pada posisi 251.65 poin, membukukan peningkatan sebesar 290 poin. Indeks berjangka ini mengalami pergerakan yang cenderung melemah.Diperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa akan cenderung mengalami penurunan lanjutan meskipun terbatas. Kemungkinan besar indeks akan mengalami pergerakan pada kisaran 250.00 –  252.75 poin.
Bursa Jepang (Nikkei) pagi hari ini terjadi kenaikan yang signifikan, mengakhiri penurunan selama dua hari berturut-turut (09/11). Bursa Jepang menguat setelah adanya harapan bahwa PM Italia bersedia untuk mengundurkan diri setelah langkah-langkah pengetatan disetujui.
Diperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa akan cenderung mengalami penurunan lanjutan meskipun terbatas. Kemungkinan besar indeks akan mengalami pergerakan pada kisaran 8600 –  8900 poin.


GBP/USD – Secara keseluruhan Dollar mengalami pelemahan, GBP/USD naik ke level tertinggi 6 hari ke 1.6130 hari selasa dan di tutup di harga 1,6095-an berkisar 50 poin di atas harga open.
Masih menunjukan sedikit nada bullish
Tingkat resistansi terletak di 1,6120, 1,6160 dan 1,6200.
Support terletak di 1,6080, 1,6040 dan 1,6010.

USD/JPY – pada penutupan diperdagangkan pada are low. Data makro ekonomi yang baik untuk jepang kembali menekan USD/JPY ke level terendah 77.57 (pasca intervensi) yang merupakan retracement 50% dari ledakan intervensi yang dilakukan otoritas jepang.
Range Forecast
77.60 / 77.80

Resistance/Support
R: 77.99 / 78.27 / 78.45
S: 77.57 / 77.48 / 77.10

Monday, October 31, 2011

Japan intervened unilaterally in the currency market to weaken the yen after it scaled another record high against the dollar on Monday, Azumi.


October 31 2011

Azumi told a news conference the solo intervention started at 10:25 local time (9:25 p.m. EDT). He declined to comment on the size of yen-selling, but added Tokyo would continue to intervene until it was satisfied with the results.

Azumi told reporters earlier that he was ready for "firm measures" and described the latest currency moves as speculative. He said there was no specific reason driving the yen to its latest record against the dollar.

Japanese corporate executives and policymakers have voiced increased alarm over the yen's steady climb past a succession of records, largely driven by safe-haven flows fueled by continued uncertainty about Europe's ability to contain its debt crisis.

"I have said many times, if forex moves do not reflect the economic fundamentals and speculative moves last, Japan will take firm measures," Azumi told reporters.

Tuesday, September 27, 2011

GBP Outlook

GBP - intraday masih bearish selama harga bergerak didalam channel bearish pada grafik H4, bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.5400 untuk memicu momentum bearish menguji area 1.5330 sebelum menuju ke 1.5250.

Resisten terdekat ada di area 1.5635, tembus diatas area tersebut seharusnya memicu koreksi keatas lebih lanjut mengincar target 1.5765, namun memasuki teritori overbought, sekaligus membuka peluang tekanan bearish pada fase ini.

Rally Pound dari posisi rendah hari Kamis di 1.5328 nampak kehilangan momentum setelah menyentuh level tinggi harian di 1.5554, yang menekan GBPUSD untuk kembali turun dan diperdagangkan pada kisaran 1.5510 atau masih 0,2% di atas harga pembukaan hari ini.

"Bagaimanapun, bias jangka pendek masih tetap positif. Kondisi jenuh beli yang terlihat pada grafik per jam mungkin dapat memicu koreksi sebelum melakukan rally baru," kata Slobodan Drvenica, analis Windsor Brokers Ltd. Resistensi terdekat mungkin dapat ditemukan pada area 1.5575/1.5600 sebelum menuju resistensi kuat di 1.5630, tambahnya.

Pasangan mata uang ini kehilangan momentum bullish seiring meredanya sentimen pasar dalam satu jam terakhir dan terutama setelah pembukaan sesi Wall Street. Saham-saham di Eropa dan Amerika Serikat yang bergerak menjauh dari posisi tinggi harian telah memberikan peluang bagi Dollar AS untuk beranjak menguat di seluruh bursa.
Kontrak emas dan perak bergerak naik tajam di awal hari Selasa, bergerak bersamaan dengan bursa saham seiring harapan akan resolusi untuk mengatasi krisis hutang Eropa.

Di awal perdagangan sesi Asia, kontrak emas untuk bulan Desember naik $36.80 atau sekitar 2.3% di level $1,631.60 per troy ounce, dengan penguatan yang terjadi setelah laporan naiknya pendanaan yang tersedia melalui European Financial Stability Fund dalam mengatasi krisis hutang di wilayah tersebut.

Kontrak perak untuk bulan Desember bahkan melonjak tajam, bertambah $1.04 atau sekitar 3.5% untuk diperdagangkan di level $31.02 per troy ounce.


Ditengah gonjang- ganjing harga Emas, penjualan Emas pada Bank sentral Eropa telah menurun ke level terkecil dibandingkan skala perjanjian Bank sentral di kawasan tersebut terkait jual beli Emas, hal ini mencerminkan kurangnya minat diantara para petinggi Bank sentral Eropa untuk menjual Emasnya.

Sebaliknya bank sentral Russia masih menambah cadangan emasnya menjadi 27.2 juta troy ons bulan lalu dari sebelumnya 27 juta troy ons di akhir Juli, tercatat Bank Sentral Russia mengikuti langkah Thailand, Korsel, dan Mexico untuk menambah koleksi Emasnya tahun ini.

Dari sisi supply, terpengaruh juga oleh perjanjian di antara bank sentral Eropa untuk membatasi penjualan tahunan Emas tidak lebih dari 400 ton. Kesepakatan ini diambil setelah di tahun 1999 Emas mencapai titik nadir anjlok ke titik terendah 19-tahun di level $252 per ons, akibat penjualan Emas oleh Inggris sebesar 395 ton dan lebih memilih pegang Euro, sementara Switzerland menjual 1,300 ton Emas.

Akhirnya di bulan September di tahun yang sama, ECB mewakili 15 bank sentral lainnya termasuk Inggris, Switzerland, Jerman, Prancis dan Italia mengeluarkan pernyataan bahwa penjualan tahunan akan dibatasi sesuai kesepakatan. Perjanjian ini akhirnya berhasil menopang harga Emas, sejak itu perjanjian ini telah diperbaharui dua kali dan baru akan kadaluarsa di September 2014.

Meskipun penjualan Emas di Eropa sejauh ini masih sangat kecil, namun kebanyakan analis melihat problem fiskal di Eropa dapat berujung pada penjualan emas untuk menyeimbangkan cadangan devisa yang terlalu besar pada Emas.

Contohnya saja, Jerman sejauh ini memiliki 3,401 ton emas secara total mencapai 73% dari cadangan foreign exchange nya, sedangkan Italia memiliki 2,452 ton, di level 72% dari reservenya, sedangkan Prancis sebesar 2,435 ton, pada 68%. Bahkan Portugal memegang lebih banyak sekitar 88% dari reserve, sedangkan Spanyol mencapai 40% dari reserve.

Melihat fakta-fakta ini, Jim Rogers, investor yang melegenda secara global masih sangat bullish pada aset komoditi Emas. Meskipun sejauh ini Emas telah mengalami koreksi cukup dalam, tapi Jim Rogers merasa belum perlu melakukan evaluasi investasi emasnya di jangka pendek.

Menurut Jim Rogers, meskipun emas terkoreksi 30%, 40% atau bahkan 50% beliau akan tetap membeli emas, namun Jim Rogers juga mengakui penurunan Emas sebesar 12% sejauh ini masih belum tepat waktunya untuk membeli, dan beliau masih menunggu harga terkoreksi lebih dalam lagi untuk timing pembelian Emas.

Friday, September 9, 2011

facebook chit chat.... :)





Sengaja namanya di samarkan...

Friday, August 26, 2011

Thursday, August 25, 2011

Risk Appetite dipicu oleh data Durable Goods US yang baguuussss

Sell in rumors... it's happen in Gold.... :)

Sell in romors... buy in fact.

Kalimat itu saya yakin sering kita dengar... dan tampaknya kali ini hal itu terjadi saat
kita lihat Xau tumbling down ke kisaran 1775-an dari kisaran 1840-an.
meski sebelumnya sudah ada signal Engelfing bearish dari grafik daily.


Data durable goods US yang lebih bagus dari prediksi, menunjukan hal yang baik bagi "stockers" dan hal itu membuat mereka tersenyum senang. ini berarti berkurangnya nafsu para bullion untuk menyantap "previous metal" -- save heaven dari currency Printing. (di sinilah logika saya berjalan) "hihi.... it's work for me".
Data Durable goods ini merupakan sebuah "kado surprise" setelah begitu banyak data yang mengecewakan

sebagai tambahan... ada juga rumors tentang; bahwa kekisruhan yang terjadi selama ini di negara2 eropa tampaknya akan mendorong mereka untuk menjual cadangan emas mereka sebagai langkah untuk memerangi krisis hutang mereka.
Emas yang dimiliki oleh Yunani, spanyol, Itali, Irlandia dan portugal masih jauh untuk dapat menutupi hutang mereka.
Ada juga pembicaraan emas Yunani akan berfungsi sebagai jaminan terhadap pinjaman di masa depan. tapi tak ada satupun dari rumors itu yang sudah confirm. Dulu juga Cina menyatakan bahwa AS akan menjual emas dalam rangka keseimbangan utang.


sebagai informasi sekarang emas bergerak di kisaran 1753-an

Salam hangat.

Friday, August 19, 2011

todays Outlook... hhmm market review.

Sesi Eropa
___________

13:00 WIB — Eropa — German PPI — Harga barang produksi manufaktur meningkat 0,1% bulan kemarin. Data kali ini tampaknya diprediksi 0,2%. Data yang lebih tinggi akan menguntungkan Euro.

15:30WIB – Inggris – Public Sector Net Borrowing – Selisih pemasukan dan pengeluaran pemerintah bulan ini diprediksi sebesar 0,4 Milyar GBP. Bulan lalu data dirilis 12,0 Milyar GBP di atas prediksi yang menekan GBP. Jika pada bulan ini data dirilis kembali di bawah prediksi maka akan menguntungkan GBP.

Sesi Amerika
____________

18:00 WIB – Kanada – Core CPI — Harga barang dan jasa non pangan dan energi di Kanada diprediksi meningkat 0,2%. Bulan terakhir berada di bawah prediksi. Jika dirilis kembali di atas prediksi tersebut, maka akan baik bagi CAD.

18:00 WIB – Kanada– CPI — Perubahan harga barang dan jasa meningkat 0,2%. Data bulan terakhir dirilis di bawah prediksi . Jika data dirilis di atas prediksi akan menguntungkan CAD.


US & Global Outlook

• Meningkatnya kekhawatiran mengenai resesi berikutnya menekan bursa saham AS Kamis lalu, yang membawa indeks‐indeks utama merosot lebih dari 3 persen dalam mengemukanya kembali fluktuasi ekstrim investor yang berharap lebih.
• Bursa saham global, yang dinilai pada indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 4.1 persen dan ekuitas emerging market <.MSCIEF> turun 2.8 persen.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 419.63 poin, atau 3.68 persen, ke level 10,990.58. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 53.24 poin, atau 4.46 persen, untuk ditutup level 1,140.65. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> terjungkal 131.05 poin, atau 5.22 persen, untuk berada di level 2,380.43.
• Dollar AS dan yen Jepang menguat secara meluas Kamis lalu karena investor memburu mata uang safe‐haven dari tanda‐tanda pelemahan ekonomi AS dan permasalahan berkenaan dengan paparan perbankan Eropa terhadap utang zona euro.
• Menumpuknya kesuraman data ekonomi AS dan kekhawatiran zona euro mengarah pada pasar finansial, dengan pasar saham global anjlok sementara itu harga spot gold dan
Tresuri rally dari adanya kekhawatiran.
• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro melemah 0.6 persen ke level $1.4338 .
• The greenback/dollar naik 0.3 persen terhadap the franc ke level 0.7932 franc , meskipun euro turun 0.3 persen ke level 1.1376 francs • Terhadap yen, dollar AS flat ke level 76.58 yen , tidak jauh dari level terendahnya 76.25 yen yang terjadi pada bulan Maret tahun ini.
• Mengemukanya banyak kekhawatiran mengenai ekonomi global mendorong harga safe‐haven obligasi pemerintah AS naik Kamis lalu dan persepsi mengenai outlook AS dan zona euro kemungkinan mempengaruhi perdagangan dalam beberapa hari mendatang.
• Emas rally sebesar 2 persen ke level tertinggi barunya diatas $1,820 per ons Kamis lalu setelah data AS mencatatkan mandegnya perekonomian, sementara itu permasalahan mengemukanya kembali tingkat kesehatan perbankan Eropa yang membawa pada safe‐haven buying. Kenaikan emas dalam rangkaian empat harinya datang setelah berita aktivitas factory di U.S. Mid‐Atlantic anjlok dan existing home sales tidak seperti yangdi ekspektasi merosot. Spot gold naik 1.8 persen ke level $1,820.49 ons pada pukul 2:16 p.m. EDT (1816 GMT), yang telah mencatatkan level tertingginya $1,825.99. Telah mengalami kenaikan 9 persen dalam dua minggu ini, kinerja terbaiknya sejak pertengahan Februari 2009.
• Harga crude futures AS melemah mendekati 6 persen Kamis lalu karena bertumpuknya pelemahan data ekonomi dari AS yang memukul confidence investor yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan permasalahan utang Eropa. Pada New York Mercantile Exchange, September crude anjlok $5.20, atau 5.94 persen, untuk di settle ke level $82.38 per barrel. Level tertinggi intraday di level $87.53 dan level terendahnya, yang dicapai pada perdagangan post‐settlement level $81.15.


Outlook Eropa

• Dolar, yen, dan Swiss franc menguat pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi global dan eksposur bank‐bank Eropa terhadap krisis utang zona euro, sehingga mendorong investor untuk memburu mata uang yang relatif lebih aman.
• Penurunan tajam pada aktivitas bisnis di bulan Agustus di wilayah mid‐Atlantic AS dan penurunan 3,5 persen diluar dugaan untuk data existing home sales di bulan lalu telah menyurutkan minat investor terhadap aset‐aset beresiko, dengan euro, dolar Australia dan dolar Kanada mengalami koreksi tajam. Bursa saham Wall Street dan juga Eropa mengalami tekanan pasca rilis data ekonomi AS tersebut.
• Euro terkoreksi 0,9 persen menjadi $ 1,4305, namun euro kemudian memangkas kerugiannya setelah data CPI AS menunjukkan kenaikan 0,5 persen melampaui perkiraan di bulan Juli dan juga melonjaknya klaim pengangguran sebesar 9.000 di pekan lalu.
• Secara keseluruhan sentimen pada euro masih negatif. Kurangnya langkah‐langkah drastis yang mungkin dilakukan dari hasil pertemuan Prancis‐Jerman untuk mengatasi krisis utang zona euro dan kekhawatiran tentang pajak atas transaksi keuangan telah mempengaruhi bank‐bank Eropa dan membuat euro berada dalam tekanan.
• Sebuah laporan Wall Street Journal semalam mengatakan bahwa Federal Reserve sedang meneliti bank‐bank Eropa di Amerika Serikat yang juga telah mengalami tekanan di pasar, memberikan kontribusi untuk tekanan jual pada ekuitas.
• Laporan itu juga mengatakan $2,5 trilyun dana industri pasar uang AS, yang memasok pendanaan jangka pendek untuk bank‐bank, telah menyusut dari zona euro dalam beberapa bulan terakhir.
• Dolar bergerak flat terhadap yen pada 76,57 yen , tidak jauh dari rekor terendah 76,25 yen yang tercatat pada bulan Maret. Euro turun 0,7 persen terhadap yen ke 109,70 yen.
• Rencana dari Perancis dan Jerman untuk bergerak menuju kesatuan fiskal pada tahun 2012 mendapat respon dingin dari negara‐negara zona euro lainnya dan gagal untuk meyakinkan para investor yang masih khawatir tentang krisis utang kawasan dan kondisi ekonomi yang melemah. Austria, Finlandia dan Irlandia mempertanyakan proposal berani dari Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyerahkan kedaulatan atas kebijakan fiskal sebagai alat untuk menopang persatuan moneter dari 17 negara. Analis pasar memperingatkan bahwa perbedaan politik ditambah dengan kegagalan dalam memwujudkan janji yang konkret untuk meningkatkan besaran dana penyelamatan untuk Eropa, atau peluncuran obligasi euro, berisiko memicu serangan baru pada negara‐ negara Eropa yang tengah dililit hutang.
• Kepala Standard & Poor Perancis, mengatakan Kamis kemarin bahwa lembaga tersebut optimis dalam mempertahankan rating kredit AAA di Prancis dengan outlook stabil tidak berubah.


Emas & Komoditi

• Harga emas dunia menguat tajam 2% terhadap dollar AS ke level tertinggi sepanjang sejarah di 1828.50 USD per troy ounce, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi Amerika yang berujung pada kemungkinan resesi ekonomi terbesar dunia tersebut dalam waktu dekat.
• Kinerja emas juga semakin ditunjang oleh berkembangnya kekhawatiran investor akan kondisi pendanaan sejumlah perbankan asal zona eropa, sebuah kondisi yang kemudian menggiring investor kembali aktif melakukan aksi beli pada aset berstatus safe haven termasuk emas.
• Investor memangkas investasi pada saham dan aset beresiko lainnya kemudian beralih kepada emas serta obligasi pemeirntah. Bursa Dow Jones anjlok 5% dan crude oil merosot 7% seiring perkiraan bahwa aktifitas ekonomi akan kembali melemah dan menurunkan permintaan pada minyak dunia.
• Namun disisi lain, sejumlah analis memprediksi emas dapat terkoreksi setidaknya 30% dengan landasan bahwa kondisi RSI yang sudah sangat overbought. Dari sisi fundamental, The World Gold Council menyatakan permintaan emas turun 17% pada kuartal kedua seiring berkembangnya minat pada perhiasan, koin dan emas batangan tidak dapat menutupi rendahnya minat beli pada ETF / Exchange Traded Fund emas.
• Sementara itu konsultan dari GFMS justru memprediksi emas akan mencapai level 1900 USD per troy ounce dalam setidaknya 6 bulan kedepan seiring masih muramnya prospek ekonomi global yang akan menggiring minat beli investor pada aset safe haven.

Thursday, August 18, 2011

Cina Mungkin Berhenti Beli Obligasi AS

Kejatuhan tingkat konsumsi Amerika memiliki dampak di Cina, yang dapat menghentikan pembelian obligasi AS yang fokus pada konsumsi internal daripada ekspor, Itu bisa mengakibatkan "tingkat bunga yang lebih tinggi dan/atau melemahnya dolar AS.
Pertumbuhan tahunan untuk pengeluaran oleh konsumen terbesar di dunia tersebut antara kuartal pertama 2008 hingga kuartal kedua tahun 2011 hanya 0.2 persen.
"Ini adalah panggilan bangun untuk Cina,". Cina mungkin tidak lagi mampu untuk bertahan dengan pertumbuhan yang dipicu ekspor yang terhubung dengan tingkat konsumsi Amerika."


by:
Stephen Roach, ketua non-eksekutif dari Morgan Stanley Asia.
Terjemah; L21

3 Reasons Why The U.S. Should Quit Worrying About China's Trade Surplus (Guest Post)

By: Stan Abraham

I. Surpluses Don’t Last Forever

Mata uang China saat ini kurang dari 6,42 terhadap dolar, tinggi baru untuk RMB. Ekspor kuat, tetapi sebagai kenaikan nilai mata uang itu, produk-produk menjadi lebih mahal. jumlah perdagangan yang kuat juga memperkuat argumen orang di pemerintah di sini berdebat untuk revaluasi lanjutan, yang mengatakan "Sektor ekspor cukup tangguh untuk menahan shock."

yang forever apa ateuh...??? hihihi...

II. The Value Added Reality Check

Ini adalah topik daur ulang, tapi sangat penting. Angka perdagangan berdasarkan negara asal, menggunakan harga yang tidak mencakup mana input berasal dari atau di mana keuntungan pergi ke. Sebuah laporan baru dari San Francisco Fed (h / t Business Insider) memiliki beberapa (2010) jumlah yang besar pada ini:

88,5% penuh belanja konsumen AS dihabiskan untuk barang dan jasa yang dibuat di AS, sementara Cina hanya mendapat 2,7% dari dolar konsumen Amerika.
Bahkan ketika Anda membeli barang2 china, 55 sen dari setiap dolarg masuk ke jasa yang diproduksi di AS

Itu kalimat pertama yang paling mengejutkan. Ini tidak ada hubungannya dengan nilai tambah, tetapi tidak menghancurkan kepercayaan umum bahwa setiap hari semua barang yang digunakan oleh Amerika dibuat di Cina. hhmm... tidak pernah benar-benar berpikir tentang itu sebelumnya, tapi bila saya akan menebak, saya yakin jawaban saya akan jauh lebih tinggi dari 2,7%.

Bagian kedua dari kutipan berisi jumlah nilai tambah. yang saya suka adalah "55 sen dari setiap dolar" angka, yang mudah bagi siapa saja untuk mengerti.

Satu hal terakhir yang menarik data tersebut. The Fed menemukan bahwa hanya ada satu sektor dimana berbagi dengan produsen Cina share-nya melebihi dari pihak AS yaitu sektor; sepatu dan pakaian. Untuk selain itu, "Made in USA" share-nya lebih tinggi.


III. The Demand Side in the US

Ketika permintaan domestik meningkat, jadi membeli produk impor.
Ekonomi AS tidak terlihat begitu panas saat ini, dan karena pemerintah AS tidak lagi membutuhkan nasihat dari ekonom, sehingga tidak ada kesempatan untuk stimulus publik yang signifikan. sehingga permintaan akan turun. (Saya pikir analisis yang sama umumnya berlaku untuk Uni Eropa, yang juga sakit-sakitan hari ini dan akan melakukan hal yang sama' jalan penghematan.)

penurunan permintaan akan diterjemahkan sebagai akan menurunkan impor Cina ke AS (atau Uni Eropa). Ingatlah bahwa beberapa produk akhir yang diproduksi adalah murah, dan outlet ritel seperti Wal-Mart dan Target di AS menjual produk-produk yang cenderung menarik selama kemerosotan ekonomi belakangan ini.

Cina tetap menjadi hantu yang menarik, terutama ketika datang untuk perdagangan, yang sering dikaitkan dengan pekerjaan. Jangka pendek dan akan nomor dapat digunakan oleh orang-orang mencari untuk memicu kemarahan dari masyarakat frustrasi dan menganggur.


________________________________
Tentang Penulis - Stan Abrams adalah IP yang berbasis di Beijing / TI profesor pengacara dan hukum. Stan memiliki gelar MA dari Johns Hopkins di Hubungan Internasional, JD dari Sekolah Hukum Sekolah Tinggi Boston, dan BA dari Pomona College. Dia Hearsay blog di Cina.

Terjemahan By L21.

Tuesday, August 16, 2011

I'm on EUR & GBP.....



Euro dollar moved up to a higher range, enjoying efforts by the Swiss authorities to weaken the franc against the euro. before things warm up with the Merkel-Sarkozy summit tomorrow.

I turn from neutral to bearish on EUR/USD.


The bond buying scheme presented by Trichet managed to stabilize the Italian and Spanish fronts. It was so successful, that it might turn into a QE program, that will eventually hurt the euro. With flat French growth, easing inflation and some stability in the US, the pair has room for falls.

I am bearish on GBP/USD.

After Britain managed to distance itself from the debt club, it still faces deep economic problem and probably lower inflation to weaken the case for a rate hike. With some signs of improvement in the US, there is room for GBP/USD weakness.

Todays Outlook 16 Aug 2011

Outlook chf

• Franc Swiss anjlok ke level terendah 2 pekan terhadap euro dan juga dolar dipicu spekulasi bahwa SNB akan berpeluang melakukan langkah lanjutan untuk menghambat apresiasi mata uangnya dengan mematok target nilai tukarnya paling cepat dalam pekan ini.
• Jika retorika dan rumor yang terjadi belakangan ini tidak mendapat dukungan langsung dari SNB, maka pelemahan franc berpotensi terbatas karena kondisi ekonomi yang belum menentu khususnya di AS dan Eropa, sehingga dapat memicu berkembangnya kembali minat terhadap mata uang safe‐haven.
• Spekulasi mengenai kemungkinan diberlakukannya target level franc terhadap euro muncul setelah surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, melaporkan pada hari Minggu kemarin bahwa SNB akan segera membatasi nilai tukar euro/Swiss.
• Pembahasan masalah pematokan harga (pegging) terlihat intensif di pasar menjelang sidang pemerintah Swiss hari Rabu, setelah SNB mendapat dukungan dari partai politik terbesar Swiss atas langkah‐langkahnya dalam meredam penguatan franc. Christoph Blocher, seorang tokoh terkemuka dalam partai sayap kanan, Swiss People's Party (SVP), adalah salah satu kritikus paling keras atas langkah intervensi sebelumnya oleh Bank Nasional Swiss dan kerugian yang dihasilkan. Namun akhir pekan kemarin sikapnya melunak dan berbalik memberi dukungan terhadap langkah kebijakan SNB.
• Dolar menguat 0,8% ke level 0.7840, jauh di atas level rekor terendahnya pekan lalu di 0,7067. Sedangkan euro menguat lebih dari 2% ke level 1.1332 franc.

Japan Outlook


• Dolar tidak banyak berubah terhadap yen di sekitar 76.80 yen, tidak jauh dari rekor terendahnya di 75.25 yen yang dicapai pada pertengahan Maret lalu. Investor enggan untuk mendorong penguatan yen lebih lanjut karena adanya ancaman intervensi oleh BOJ untuk melemahkan yen, namun mereka juga enggan untuk menjual yen terhadap dolar menyusul kondisi ekonomi AS yang masih belum menentu.
• Kondisi ekonomi Jepang juga tidak seburuk perkiraan sebelumnya, hal ini terlihat pada rilis data GDP‐Q2 kemarin yang jauh lebih baik dari perkiraan dan juga dari periode sebelumnya, seiring perusahaan melakukan langkah maju dalam meningkatkan produksinya setelah menderita kerugian akibat bencana gempa dan tsunami Maret lalu. Namun penguatan yen dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global berpotensi menyuramkan prospek pemulihan ekonomi Jepang.
• Kalangan analis pasar dan juga Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda berpandangan sama bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan mengalami ekspansi di periode Juli‐September, yang bisa jadi akan mencatat ekspansi terpesatnya diantara negara industri maju lainnya menyusul ekspor dan output pabrikan kembali ke level sebelum terjadi bencana.
• Namun demikian, kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang berpotensi meluas menjadi krisis global, berpotensi menyuramkan prospek pemulihan ekonomi Jepang yang mengandalkan sektor ekspornya. Hal ini akan menambah peluang berlanjutnya intervensi penjualan yen dan kebijakan moneter longgar untuk mengamankan pemulihan ekonomi.

GBP Outlook


• Sterling menguat terhadap dollar AS Senin lalu setelah sejumlah pelemahan data ekonomi AS yang memukul mata uangnya, tetapi permasalahan berkenaan dengan recovery Inggris dan peluang pada monetary easing di ekspektasi untuk menjaga pound untuk terus dipantau.
• Mata uang Inggris merosot lagi terhadap meluasnya penguatan euro, yang mana meluasnya kenaikan dibawa oleh penguatan Swiss franc pada spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) kemungkinan mengumumkan untuk membendung kenaikan mata uang the franc.
• Pada perdagangan London, pound naik 0.8 persen dalam hariannya ke level tertinggi hariannya $1.6410. Telah melengkung diatas technical resistance pada level $1.6214, 55‐day moving average, tetapi mencapai resistance dengan aksi selling oleh sovereign investors dan UK corporates diatas level $1.63.
• Ekonomi Inggris tidak membutuhkan stimulus berikutnya dari quantitative easing saat ini, meskipun adakalanya dapat dilakukan, pengambil kebijakan Bank of England David Miles mengungkapkannya dalam publikasi wawancara Senin lalu.

Eropean Outlook

• Euro telah menguat mendekati level tertinggi 3 pekan terhadap dolar, didukung oleh sejumlah ekspektasi mengenai hasil positif yang mungkin didapat dari hasil pertemuan Selasa ini antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membahas krisis utang.
• Namun demikian, penguatan euro nampaknya akan terbatas akibat kekhawatiran terhadap saham perbankan Eropa dan resiko untuk peringkat utang Prancis.
• Euro naik tajam terhadap dolar, dibantu oleh keuntungan mata uang tunggal Eropa tersebut terhadap franc Swiss dan rilis buruk data indeks manufaktur New York, yang merosot ke ‐7,72 di bulan Agustus.
• Sikap lunak Jerman atas obligasi zona euro berpotensi mendukung penguatan euro. Dan pasar juga menantikan pertemuan antara Sarkozy dan Merkel.
• Euro juga diuntungkan oleh laporan yang mengatakan bahwa ECB telah membelanjakan sekitar 22 milyar euro untuk membeli obligasi pemerintah di pekan lalu, seiring dimulainya kembali program pembelian obligasi untuk membendung penyebaran krisis utang zona euro ke Spanyol dan Italia. Jumlah pembelian ECB tersebut (dalam skala mingguan) adalah yang paling besar sejak program pembelian obligasi mulai dilakukan di bulan Mei tahun lalu.
• Sementara itu, hasil polling Reuters menunjukkan tekanan di pasar uang terlihat meningkat meskipun ECB telah menjanjikan pemberian dana tak terbatas dan likuiditas tambahan dengan durasi 6 bulan. Sekitar 11 dari 22 pedagangn yang disurvey Reuters berkeyakinan bahwa tekanan di pasar uang akan berlanjut meningkat seiring adanya keraguan dan sikap tidak percaya antar masing‐masing bank. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun ini.
• The three‐month Euribor rate , barometer utama untuk melihat pinjaman antar bank tanpa jaminan, naik menjadi 1,538 persen pada hari Senin dari 1,535 persen pada hari Jumat, bahkan saat likuiditas tetap tinggi.

US & Global Outlook

• Bursa saham Wall Street menguat dengan harga minyak mentah Senin lalu karena berita‐berita akuisisi dan menguat dari ekspektasinya data ekonomi di Jepang yang membawa pasar bertahan untuk terus menguat kedepannya setelah tekanan pekan lalu.
• Berita bahwa Google Inc menawarkan untuk membeli saham Motorola Mobility Holdings Inc sekitar $12.5 milyar in cash mendorong rebound pada bursa saham AS dalam rangkaian tiga hari terakhirnya.
• Indeks Wall Street's Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 213.88 poin, atau 1.90 persen, ke level 11,482.90. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 25.68 poin, atau 2.18 persen,ke level 1,204.49. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 47.22 poin, atau 1.88 persen, ke level 2,555.20.
• Ekuitas global melejit keluar dari pelemahan bulan Agustusnya dari berita bahwa ekonomi Jepang melemah sedikit dari yang dapat diantisipasi pada kuartal kedua karena perusahaan‐perusahaan membuat langkah keluar dari kerusakan gempa bumi dan tsunami. Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS>, perluasan ukuran pada ekuitas global, naik mendekati 2 persen, menguat 8 persen sejak tertekan kedalam level terendahnya 11 bulan Kamis sebalumnya.
• Swiss franc mersot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro dan dollar AS Senin lalu dari spekulasi Swiss National Bank dapat kedepannya mengintervensi untuk mengekang apresiasi mata uangnya dengan menetapkan target nilai tukarnya minggu ini.
• Pada perdagangan sore harinya di NewYork, euro naik 2.4 persen kelevel 1.13540 francs, meskipun telah mencapai level tertingginya 1.14584 pada awalnya dari trading platform EBS, level terkuatnya sejak akhir Juli. Levelnya saat ini mengarah diatas level terendahnya minggu lalu disekitar level 1.0075 francs.
• Dollar AS ke level 0.78640 franc , yang naik 1.1 persen, jauh diatas level terendahnya minggu lalu 0.70676.
• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen pada level $1.4436 .
• Kebanyakan harga Tresuri AS stabil, sementara itu obligasi bertenor jangka panjang anjlok karena saham‐saham mengalami recover dan investor mencari tanda‐tanda stabilitas setelah kejadian minggu lalu.
• Harga emas naik Senin lalu setelah penurunannya dalam dua hari sebelumnya karena bullion investor berbalik untuk memfokuskan pada pengajuan regulasi AS berikutnya yang akan menunjukkan peluang pada posisi gold hedge funds' dan meeting French‐German Selasa ini untuk mendiskusikan krisis utang euro. Spot gold meningkat 0.4 persen ke level $1,753.49 per ons. Telah mencatatkan kenaikan mendekati 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak awal November lalu.
• Minyak mentah meningkat lebih dari $1 per barrel Senin lalu, didukung oleh harapan para pemimpin Eropa akan datang dengan solusi pada krisis utang regional dan meluasnya kenaikan pasar global. Brent crude oil futures untuk bulan September bertambah $1.58 ke level $109.61 per barrel pada pukul 2:35 p.m. EDT (1835 GMT), setelah anjlok ke level $107.40. U.S. crude diperdagangkan melejit $2.50 untuk di settle ke level $87.88 per barrel.

Monday, August 15, 2011

News Breaking...?!!

Swiss franc pressured as peg talk persists

Aug 15 (Reuters) - The euro and dollar rose to their highest level in two weeks against the Swiss franc in Asia on Monday on caution the Swiss National Bank would act further to weaken the franc and as markets found a steadier footing.

Speculation the SNB will peg the Swiss franc to the euro gained ground after Swiss newspaper SonntagsZeitung reported on Sunday the central bank was poised to set a target at a little over 1.10 francs per euro.

Barclays Capital analysts warned expectations of a peg seemed overdone, believing the franc would rally once again this week if markets started to change their view on its probability.

"We remain CHF bears in the medium run - we agree with the SNB's view that it is "massively overvalued" - but, this week, we are not expecting the recent appreciation of EUR/CHF to hold," said Paul Robinson, strategist at Barclays Capital.

The historic downgrade also came at a time when fears the U.S. would fall back into recession mounted and worries about the euro zone sovereign debt problems spread to the region's banking sector.

This saw the safe-haven Swiss franc rocket to record highs against the dollar and euro, a move that threatened the Swiss economy and prompted the SNB to slash interest rates to near zero and pledge more action to weaken the currency.

Todays Outlook

Outlook GBP

• Sterling sedikit menguat Jumat lalu, dibantu juga oleh membaiknya pasar ekuitas, tetapi kenaikan terhambat oleh perluasan permasalahan mengenai kerapuhan pada ekonomi Inggris dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.
• Ini membantu pound untuk naik ke level tertinggi terhadap dollar AS , tetapi membaik dalam kisaran mingguannya – diatas level terendah Kamis lalu $1.6111 dan dibawah level tertinggi Senin sebelumnya $1.6478.
• Sterling mencapai level tertingginya pada perdagangan sore harinya, naik 0.4 persen dalam hariannya ke level $1.6313, diatas level 55‐day average $1.6217 pada 100‐day average level $1.6266.
• Perbankan Irlandia yang bergantung pada emergency funding dari European Central Bank (ECB) melemah dibawah 100 milyar euro untuk pertama kalinya yang mendekati setahun pada bulan Juli tetapi borrowings dari bank sentralnya sendiri naik, data Jumat lalu.

European Outlook

• Dolar memperluas kerugiannya atas euro setelah data menunjukkan retail sales AS periode Juli mencatat kenaikan terbesarnya sejak Maret. Rilis optimis data tersebut telah membangkitkan minat terhadap asset‐aset beresiko setelah meredanya kekhawatiran mengenai kemungkinan AS kembali jatuh kedalam resesi.
• Euro menembus level intraday high di $1.4291 pasca rilis data retail sales namun kemudian memangkas keuntungannya pasca rilis data sentiment konsumen AS berdasarkan survey University of Michigan yang mengalami penurunan di periode Agustus.
• Penguatan euro sebelumnya juga berkat naiknya saham Eropa setelah larangan short‐selling saham‐saham keuangan oleh beberapa negara zona euro tampaknya telah meredakan ketegangan, meskipun kekhawatiran terus‐menerus tentang penularan utang telah menghambat rally euro.
• Saham Eropa naik karena larangan short selling pada saham keuangan oleh Perancis, Italia, Spanyol dan Belgia tampaknya dilakukan untuk menenangkan kegelisahan pasar tentang sektor perbankan di wilayah ini, setidaknya dalam jangka pendek.
• Dalam beberapa sesi terakhir, euro memang telah tertekan oleh kejatuhan saham dan investor menjual saham bank‐bank besar Perancis di tengah kekhawatiran tentang eksposur mereka terhadap utang zona euro.
• Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu di Paris Selasa depan untuk membahas pemerintahan zona euro dan isu‐isu internasional lainnya. Kedua pemimpin akan memperluas keputusan yang dibuat selama pertemuan para pemimpin zona euro pada 21 Juli untuk bekerja guna memperkuat pemerintahan zona euro. Sarkozy sebelumnya telah mengadakan pembicaraan darurat dengan para menteri senior pada hari Rabu lalu setelah Perancis terpukul keras oleh gejolak pasar minggu ini.


Japan Outlook


• Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda pada Jumat kemarin mengatakan akan mempertimbangkan berbagai pilihan jika penguatan yen terus berlanjut. Noda juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk melihat tren saat ini yang berkembang di pasar valuta asing untuk menilai apakah intervensi penjualan yen pada minggu sebelumnya tergolong efektif.
• Jepang melakukan intervensi pada 2 pekan lalu setelah yen melonjak mendekati level rekor tertinggi terhadap dolar. Tapi mata uang cepat kembali ke tingkat pra‐intervensi karena investor kembali memburu aset‐aset aman seperti emas, yen dan franc Swiss menyusul masalah utang di Eropa dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan kembalinya resesi global. Tokyo khawatir bahwa penguatan yen secara terus‐menerus bisa menggagalkan pemulihan ekonomi akibat terpukulnya sektor ekspor yang menjadi penopang perekonomiannya.
• Dolar diperdagangkan pada sekitar 76,67 yen pada Jumat, mendekati rekor terendah 76,25 yen yang dicapai pada Maret.
• Noda juga mengatakan kemungkinan mempertimbangkan langkah‐langkah untuk meringankan tekanan akibat kenaikan yen melalui rencana anggaran tambahan pemerintah di atas 6 triliun yen yang dialokasikan dalam dua anggaran tambahan dalam tahun fiskal berjalan hingga Maret berikutnya , untuk membantu rekonstruksi akibat gempa dan tsunami.
• Pemerintah Jepang memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal berjalan menjadi 0,5 persen dari 1,5 persen yang mencerminkan kemerosotan dalam output pabrik setelah gempa berkekuatan 9.0, tsunami dan krisis nuklir di bulan Maret. Perkiraan baru pemerintah tersebut, disetujui pada pertemuan kabinet, yang sejalan dengan apa yang sumber pemerintah katakan kepada Reuters pada hari Kamis dan mirip dengan proyeksi BOJ bulan lalu bahwa ekonomi akan tumbuh 0,4 persen pada tahun fiskal yang dimulai pada bulan April. BOJ memprediksi pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 2,9 persen pada tahun fiskal 2012/13.
• Pemerintah Jepang pada Jumat lalu merevisi turun tajam data CPI tahun ini setelah mengubah tahun dasar untuk indeks, dimana semakin menjauhkan harapan untuk negara mengakhiri era deflasinya. Hal ini juga akan kembali menunda langkah BOJ mengakhiri kebijakan moneter ultra longgar, setelah BOJ berjanji akan mempertahankan suku bunga hampir nol sampai inflasi konsumen diprediksi akan mencapai 1%.
• Pemerintah merevisi tahun dasar untuk data indeks harga konsumen (IHK) sekali setiap lima tahun. Pemerintah juga melakukan perubahan komponen‐komponen yang membentuk indeks untuk lebih mencerminkan tren belanja konsumen. Pemerintah akan merilis angka CPI Juli berpijak tahun dasar baru 2010 pada 26 Agustus.
• Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa telah memperingatkan bahwa perubahan tahun dasar akan berarti Jepang akan mengalami pertumbuhan harga konsumen nol atau sedikit negatif dalam tahun fiskal berjalan. Namun hal ini tidak akan mengubah pandangan BOJ bahwa deflasi secara bertahap akan teratasi, dan bahwa revisi tahun dasar tidak akan mempengaruhi ekonomi dan persepsi harga publik. Revisi turun untuk harga CPI inti ini berpoetnsi memperkuat pandangan pasar bahwa BOJ akan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga 2013 mendatang.

Friday, August 12, 2011

Why does EUR/USD drop when US economic figures disappoint? This is not normal. But we are not in normal times. Here is an explanation of these phenom

Risk Factor – Explained

Sejak krisis keuangan besar meletus pada musim gugur tahun 2008, ada banyak periode tidak jelas "GJ" seperti Musim panas saat ini tahun 2011, yang mencakup krisis peningkatan utang Eropa dalam sudut pandang 'core' nya, sebuah downgrade di AS yg belum pernah terjadi sebelumnya dari AS, dan kekhawatiran resesi global. Bahwa saat ini fenomena normal terjadi setiap waktu, "normal baru" jika bisa di sebut begitu. Bagaimana ini bisa terjadi?

....Pada saat normal, dolar naik pada data-data yang bagus dan melemah pada data yang sebaliknya, terhadap setiap mata uang yang lain.
Pada saat buruk, dunia memandang AS sebagai sinyal kemana ekonomi dunia akan berjalan. AS masih dinggap sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global, dan juga sebagai masalah bagi ekonomi dunia, meskipun bayak fokus dunia mulai beralih ke timur jauh, khususnya ke china.


Apart from providing the lead indicators on the world, the US is also still considered to be a safer bet than many other developed countries, no matter how well they are doing.

So, if the US releases weak economic figures, global fear rises again, and the dollar is sought as a safe haven currency. This is called “risk aversion“. While the US provides the leading indicators, the dollar is definitely not leading in its “safe haven” status.


Safe and Unsafe Currencies

The Swiss franc is at the peak: it has an excellent economy and a solid banking system. It temporarily lost this role during the financial crisis, but returned to the top, and is unrivaled now.

The second place goes to the Japanese yen: here the picture is different: the economy is struggling and Japan has a mountain of debt. Yet it still considered very solid.

The third place belongs to the US dollar.

Australia and New Zealand are on the other side of the spectrum: both countries have solid economies. Australia has a rock solid AAA rating. Nevertheless, weak US figures = danger to global growth = trashing AUD and NZD.

The Canadian dollar also has the same position, but this is more related to its direct dependence on the US. A weaker US = a weaker Canada = a weaker Canadian dollar.

The euro is also in the basket of “risk” currencies, but it is less affected nowadays from US indicators, as it has deepening troubles of its own and on the verge of its own euro printing program.

The British pound is trying to sneak out of the “risk” currencies, with harsh plans to cut deficits, although it still tends to weaken on bad US figures.

What happens when US figures are positive?

In these days, the opposite happens: the US dollar strengthens against the yen and the franc, while losing ground to the rest. This is called “risk appetite“.

This phenomenon is more limited. Why? When a long batch of positive US indicators are released, or when positive surprises are significant, we begin returning to the “old normal”, where the world is more stable, and even has prospects of solid growth.

We are still far from the “old normal”.

Monday, August 8, 2011

After the S&P Downgrade, the Trading Week Opens with USD-Negative Gaps

The market had the weekend to digest Friday’s news that Standard and Poor’s downgraded US credit rating from AAA to AA+. To open the week, we see gaps that are USD-negative in the EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, and USD/CHF. Let’s take a look at the technical setups in these crosses. While the gaps are most apparent in these 4 among the majors, other crosses such as USD/CAD, AUD/USD and NZD/USD, which involve “commodity” related currencies, are NOT opening with gaps. Commodity inflation may be at an end of its cycle?

Tuesday, August 2, 2011

Bank Sentral Korea beli emas untuk pertama kali dalam 10 th.

Bank Sentral Korea Selatan membeli emas untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade akibat pertumbuhan global dan ketidakpastian utang mendorong otoritas moneter di seluruh dunia untuk diversifikasi cadangan devisa.

Mengutip Reuters, sebuah pemulihan ekonomi global dan kondisi utang yang genting rapuh di Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan daya tarik safe haven dari emas, mengangkat harganya ke rekor tertinggi pada Juli.

Bank of Korea mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa (2/8) untuk membeli 25 ton metrik emas selama dua bulan terakhir, meningkatkan untuk memegang emas menjadi 39,4 metrik ton, atau 0,4 persen dari total cadangan. Pelaksanaannya masih jauh meningkat lebih kecil dari bank sentral Asia, dengan China, yang menempati peringkat keenam dunia, terbesar di antara bank-bank Asia dengan 1.054,1 metrik ton, setara dengan 1,6 persen dari cadangan total pada akhir Mei, World Gold Council mengatakan.

Jepang, No.9 secara global, memiliki 765,2 metrik ton emas, atau 3,3 persen dari total cadangan, dan peringkat 11 India 557,7 metrik ton, atau 8,7 persen.

"Bank Sentral Korea Selatan tampaknya agak terlambat ke sana, tetapi investor harus terus memperkirakan dukungan terhadap harga emas akibat bankir bank sentral di seluruh dunia diunderinvested emas," kata Sean McGillivray, kepala alokasi aset di Great Pacific Wealth Management. "Investor dan gubernur bank sentral berusaha untuk melindungi daya beli, (oleh) diversifikasi mata uang, emas."

Bank of Korea mengatakan telah membeli emas senilai $ 1,24 miliar. Ia tidak mengatakan apakah mereka telah membeli emas batangan atau dalam bentuk fund. Bank sentral juga tidak mengatakan apakah akan berencana untuk membeli lebih banyak emas. Tapi kemungkinan tipis bagi bank untuk meningkatkan tajam kepemilikan emas dalam waktu dekat karena mereka ingin membuat keuntungan dari pengelolaan cadangan emas, sementara hampir tidak memberikan hasil kecuali itu dijual dengan keuntungan, suatu tindakan yang dapat menyebabkan tremor di pasar atau mengirim sinyal yang tidak diinginkan kepada investor.

Korea Selatan berada di posisi ke-45 dalam daftar bank sentral pemegang emas World Gold Council, naik dari 56 sebelumnya, Bank of Korea mengatakan. Amerika Serikat memiliki emas terbesar dalam cadangan, di 8.133,5 metrik ton, atau 74,7 persen dari total cadangan, menurut laporan Juli WGC. Jerman kedua dengan 3.401 metrik ton, atau 71,7 persen dari total cadangan.

Cadangan devisa Korea Selatan naik sebesar $ 6,55 miliar pada bulan Juli menjadi $ 311,03 miliar, setara dengan sekitar 30 persen dari produk domestik bruto tahunan yang lebih dari $ 1 triliun pada 2010. Cadangan devisa Korea Selatan peringkat ketujuh di dunia per akhir Juni.

Parlemen US loloskan UU hutang.

Parlemen Amerika Serikat melalui pemungutan suara yang berakhir 269-161, akhirnya menyepakati paket batas utang baru untuk menghindari kebangkrutan pemerintah federal. Langkah selanjutnya adalah menyerahkan kesepakatan ini ke Senat dan menunggu persetujuan Presiden Barack Obama sebelum resmi menjadi sebuah undang-undang.

Undang-undang ini nantinya akan menambah plafon utang pemerintah Amerika Serikat sebanyak US$ 2,4 triliun atau sekitar Rp 20.200 triliun. Sebelumnya batas tertinggi utang AS dipatok pada angka US$ 14,3 triliun atau sekitar Rp 120,900 triliun.

Selain menghindarkan AS dari kebangkrutan yang bisa mempengaruhi perekonomian global, kesepakatan ini juga diyakini bisa menghemat anggaran negeri itu sebanyak US$ 2,3 triliun selama 10 tahun. Kesepakatan ini akhirnya tercapai setelah selama berbulan-bulan pembicaraan penambahan plafon utang antara partai Republik dan Demokrat selalu menemui jalan buntu.

Di akhir pemungutan suara, anggota kongres Gabrielle Gifford, yang ditembak di Tucson, Arizona Januari lalu, tampak menyambut hangat hasil yang diperoleh parlemen itu. Dia diketahui memberikan persetujuannya untuk penambahan plafon utang pemerintah.

Sementara itu, pimpinan Partai Demokrat di Senat, Harry Reid mengatakan para senator akan melakukan pemungutan suara pada Selasa (2/8) ini, pukul 16.00 waktu setempat. Untuk mendapat persetujuan senat, undang-undang ini harus mendapat dukungan sedikitnya 60 suara dari 100 kursi senat.

Diharapkan, Senat bisa ikut menyepakati rancangan penambahan plafon utang ini sebab di saat yang sama adalah tenggat waktu pembayaran utang pemerintah AS. Jika paket penambahan plafon utang ini disepakati maka pemerintah AS memiliki cukup dana untuk menggelar pemilihan presiden tahun depan.

Meski undang-undang ini diharapkan lolos di senat yang mayoritas kursinya dikuasai Partai Demokrat, beberapa senator asal Demokrat justru berkampanye untuk menentang rencana ini. Para senator itu khawatir program penambahan plafon utang itu akan memangkas anggaran untuk sejumlah program sosial, jaminan hari tua dan jaminan kesehatan bagi rakyat kecil.

Monday, August 1, 2011

US debt deal: key points


President Barack Obama has announced that Republican and Democratic leaders had agreed on a last-ditch deal to raise the US borrowing limit and avoid a catastrophic default, and he urged lawmakers to "do the right thing" and approve the agreement.

berikut ini adalah ringkasan dari kesepakatan itu, berdasarkan dokumen yang diberikan oleh kedua belah pihak:

* Kesepakatan itu akan memungkinkan Presiden Barack Obama untuk menaikkan plafon utang dalam tiga langkah. Kongres akan mendapatkan kesempatan untuk mendaftar ketidaksetujuan pada dua ini, tapi tidak akan bisa memblokir mereka kecuali musters suara dua pertiga di DPR dan Senat - prospek yang tidak mungkin.

* Ini adalah pemotongan pengeluaran sekitar $ 2.400.000.000.000 (2.4 triliun) lebih dari 10 tahun, yang Kongres akan menyetujui dalam dua langkah -awal $ 917.000.000.000 (917 biliun) bila kesepakatan itu disetujui Kongres dan yan lain 1.500.000.000.000 $ pada akhir tahun.

* Kelompok pertama dari pemotongan belanja akan berlaku untuk program diskresioner bahwa Kongres menyetujui setiap tahun, meliputi segala sesuatu dari militer untuk inspeksi makanan.

* Program-program akan ditutup setiap tahun selama 10 tahun. Akan relatif sederhana pada awalnya untuk menghindari menyesakkan perekonomian goyah - belanja untuk tahun fiskal yang dimulai 1 Oktober akan hanya $ 6 miliar di bawah tingkat saat ini $ 1.049.000.000.000. Topi akan memiliki dampak yang lebih besar di tahun-tahun kemudian, ketika diharapkan bahwa perekonomian akan pulih.

* $ 350.000.000.000 dari total $ 917.000.000.000 akan datang dari pertahanan dan program keamanan lainnya yang sekarang lebih dari setengah dari seluruh pengeluaran diskresi. Partai Republik menolak ide ini dan itu adalah salah satu dari beberapa hal yan masih di perdebatkan.

* A-12 -anggota kongres, terdiri dari Partai Republik dan juga Demokrat dari kamar masing-masing, akan bertugas dengan mencari lebih lanjut $ 1,5 triliun penghematan anggaran.

* Itu komite dapat menemukan tabungan dari perbaikan dari kode program restrukturisasi pajak dan manfaat seperti Medicare - keputusan politik berisiko yang belum mampu disepakati sejauh ini.

* Komite harus menyelesaikan pekerjaan pada 23 November. Kongres akan memiliki suara-atau-down, tanpa modifikasi, rekomendasi komite dengan 23 Desember.

* Jika komite tidak dapat menyetujui setidaknya $ 1,2 triliun, atau Kongres menolak temuan, pemotongan belanja sebesar otomatis jumlah yang akan menendang mulai tahun 2013.

* pemotongan akan pada program domestik dan militer. Medicare akan menghadapi pemotongan otomatis juga, namun Jaminan Sosial, Medicaid, pembayaran karyawan federal, dan manfaat bagi veteran dan masyarakat miskin akan dibebaskan.

* Rencana itu juga menyerukan untuk kedua DPR dan Senat untuk memilih pada amandemen anggaran berimbang Konstitusi pada akhir tahun. Hal ini tidak mungkin untuk menerima suara dua pertiga di setiap ruang yang dibutuhkan, tetapi dimasukkannya akan membuat lebih mudah bagi kaum konservatif untuk kembali kesepakatan secara keseluruhan.

US debt crisis: Republicans and Democrats strike a deal


Hanya dua hari sebelum tenggat waktu untuk meningkatkan batas utang, Gedung Putih dan para pemimpin kongres berkompromi akan memotong $ 2,5 triliun dari defisit selama 10 tahun mendatang tetapi memungkinkan pemerintahan Obama untuk melakukan pinjaman uang sampai 2013.

Para pemimpin Republik dan Demokrat dalam perjanjian, Senat akan memberikan suara pada perjanjian yang diusulkan pada Senin. Ketua DPR John Boehner mengatakan akan membawa ke pemungutan suara sesegera mungkin.

Kemungkinan tetap bahwa RUU itu bisa dikalahkan di House Republik-dikontrol, tetapi harapan adalah bahwa itu akan disetujui dan mendung akan terangkat bukan hanya Amerika tetapi juga ekonomi global.

"Masih ada beberapa suara sangat penting untuk diambil oleh anggota Kongres," kata Obama di Gedung Putih pada hari Minggu malam.

"Tapi saya ingin mengumumkan bahwa para pemimpin dari kedua belah pihak di kedua kubu telah mencapai kesepakatan yang akan mengurangi defisit dan menghindari standar -. Default yang akan memiliki dampak buruk terhadap perekonomian kita"

Just Look out the Out Look.... ? :)

• Sterling naik ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap pelemahan dollar Jumat lalu karena mata uang AS dibawah tekanan jual yang meluas setelah pertumbuhan ekonomi AS yang suam‐suam kuku dan karena pembicaraan anggota dewan AS pada kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling sebelum deadline 2 Agustus yang masih deadlocked.
• Pound naik 0.5 persen ke level $1.6462 , level terkuatnya sejak 9 Juni,mencatatkan kenaikan pada euro terhadap dollar AS.
• Prospek Irlandia pada recovery ekonomi masih tinggi bergantung pada kondisi eksternal meskipun kemajuan telah dibuat pada pemangkasan defisit bujet dan membuat ekonom lebih fleksibel, bank sentral negara tersebut mengatakannya
• Bursa saham dunia melemah ke level mingguan terbesarnya yang hampir dalam setahun Jumat lalu karena investor mengarah pada aset‐aset safe‐haven dari kekhawatiran mengenai krisis sovereign debt pada keduanya Atlantic dan data yang menunjukkan kecilnya pertumbuhan ekonomi AS.
• Ekuitas dunia yang diukur dari MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.5 persen. The benchmark index telah anjlok 2.9 persen minggu ini, penurunan mingguan terbesarnya sejak Agustus 2010. Bursa saham Eropa menutup minggu terburuknya sejak bulan Maret, dengan the pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.7 persen. Emerging market stocks <.MSCIEF> berkurang 0.7 persen.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 96.87 poin, atau 0.79 persen, ke level 12,143.24. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 8.39 poin, atau 0.65 persen, ke level 1,292.28. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 9.87 poin, atau 0.36 persen, ke level 2,756.38.
• House of Representatives AS Jumat lalu melewati Republican legislation yang menyediakan kenaikan $900 milyar jangka pendek pada batas nation's borrowing dengan voting 218‐210.
• Swissfranc,matauangsafe‐haven, naik ke level tertingginya terhadap keduanya dollar dan euro, dan emas melejit ke level tertingginya di atas $1,630 per ons.
• Dollar merosot ke level terendahnya yang pernah ada terhadap Swiss franc ke level 0.7853 . Juga sempat mencapai level terendahnya terhadap yen ke level 76.85 pada trading platform EBS , untuk ditutup berada dekat level terendahnya 76.25, dan meningkatnya kekhawatiran bahwa otoritas Jepang kemungkinan membendung penguatan mata uangnya. Dollar mencatatkan penurunan bulanan sekitar 4.5 persen terhadap yen, terbesar sejak Desember 2008.
Telah melemah sekitar 6.4 persen terhadap Swiss franc pada bulan Juli – kinerja terburuk bulanannya sejak Desember 2010.
• Pelemahan data ekonomi AS menaikkan prospek kedepannya dari akomodasi moneter, mendorong permintaan pada emas dan obligasi pemerintah AS. Spot gold naik ke level tertingginya $1,632.30 per ons sebelum melemah kembali disekitar level $1,625. Obligasi bertenor sepuluh tahun menguat 1‐ 11/32 pada harganya, yang mendorong yields 2.79 persen, dan obligasi 30‐tahun naik 2‐10/32, denan yields berkurang 4.12 persen.
• Harga minyak mentah melemah Jumat lalu, yang mencatatkan penurunan mingguannya setelah data menunjukkan pelemahan pertumbuhan ekonomi AS dan karena Kongres terus berdebat sebelum deadline 2 Agustus untuk menaikkan debt ceiling pemerintah dan menghindari default. U.S. crude oil di settled turun $1.74 ke level $95.70 per barrel. U.S. crude berkurang 4.2 persen dalam mingguannya, menekan rangkaian kenaikan dalam empat minggunya. Dalam sebulan, front‐ month crude berada pada kenaikan 28‐sen.
• Lembaga pemeringkat Moody `s menempatkan Spanyol pada review untuk kemungkinan downgrade pada Jumat kemarin, menambah kekhawatiran paket bailout kedua Yunani yang disepakati pekan sebelumnya kemungkinan tidak cukup mampu mencegah penularan ke perekonomian zona euro yang lebih luas.
• Langkah Moody’s yang menempatkan peringkat obligasi pemerintah Spanyol kedalam Aa2 dalam review‐nya dilandasi oleh keprihatinan atas pertumbuhan ekonomi dan mengatakan biaya pendanaan akan terus tinggi setelah para pemimpin zona euro memutuskan untuk mengekang krisis Yunani pekan lalu.
• Euro dan harga obligasi Spanyol jatuh sebagai respon atas langkah Moody’s tersebut, seiring kemungkinan Italia juga mendapat perlakuan yang sama.
• Namun di sesi sore New York, euro tercatat menguat 0,5% terhadap dolar di $1.4395 menjelang babak akhir pencapaian kesepakatan kenaikan plafon utang AS dan pengurangan defisit anggarannya. Jika plafon utang dinaikkan namun langkah pengurangan defisit tidak cukup mampu untuk mencegah AS
dari penurunan peringkat utang, maka hal ini kemungkinan tidak akan membuat resah pelaku pasar karena telah diantisipasi sebelumnya.
• Namun jika plafon utang dinaikkan, tapi tidak terjadi penurunan peringkat utang (oleh lembaga pemeringkat utama), maka dolar berpotensi mengalami tekanan jual atas mata uang komoditas seperti Aussie, Kanada dan dolar Selandia Baru (Kiwi).
• Sementara itu, pasar saat ini memprediksi ECB masih akan mempertahankan suku bunganya pada sidangnya hari Kamis, namun masih berpeluang menaikkannya satu kali lagi sebelum akhir tahun ini.

Gold cetak harga tertinggi di tengah ketidak pastian US debt crisis

• Emas kembali mencetak level tertinggi sepanjang sejarah ke 1632.30 USD per troy ounce terdorong berbagai faktor yang mendukung minat investor pada aset safe haven terutama emas.
• Minat investor pada aset safe haven dalam sepekan terakhirmendapat sokongan dari muramnya data GDP Amerika untuk Q2 yang tercatat hanya tumbuh 1,3% serta berlanjutnya kekhawatiran pada krisis kredit Amerika dan Uni‐Eropa. Peringkat kredit Amerika dan beberapa negara zona eropa juga berpotensi mengalami pemangkasan sehubungan keraguan pada berhasilnya penanganan hutang di masing‐masing kawasan tersebut.
• Pertumbuhan ekonomi Amerika terbukti tidak banyak terbantu oleh program quantitative easing II dan untuk mengatasinya The Fed diperkirakan akan meluncurkan program quantitative easing III. Kondisi mana akan menjadikan level suku bunga The Fed bertahan di level terendahnya untuk jangka waktu yang lama – berarti kebijakan moneter longgar yang akan mendorong permintaan pada emas.
• Rancangan undang‐undang mengenai kenaikan plafon kredit belum juga disepakati oleh kubu Republik dan Demokrat hanya 4 hari menjelang tengat 02 Agustus. Walaupun mayoritas ekonom percaya kesepakatan kenaikan plafon kredit Amerika tersebut pada akhirnya akan tercapai namun hal tersebut diprediksi tidak akan menghalangi pemangkasan peringkat kredit AAA Amerika.
• Sepanjang Juli emas tercatat mengalami penguatan 7,6% terhadap USD sementara perak naik 6,2%.
• Emas diprediksi akan mengalami tekanan jika pada akhirnya kenaikan plafon kredit disepakati dan akan menurunkan kekhawatiran pada pasar keuangan global. Dengan kenaikan plafon kredit yang nantinya akan diikuti oleh pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak maka hal tersebut akan berdampak
pada meningkatnya potensi deflasi.
• Momen tersebut juga nantinya diperkirakan akan dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi ambil untung atas penguatan tajam emas sejak awal Juli ini.

Japan intervension, untuk daya saing jangka panjang.

kesepakatan batas utang US membuat intervensi penjualan JPY Jepang "lebih besar dari yang diharapkan pasar," kata Osamu Takashima, kepala strategi FX di Citibank Jepang. "Departemen Keuangan melihat intervensi dari sudut pandang daya saing jangka panjang Jepang, termasuk titik seperti kemampuan perusahaan-perusahaan Jepang untuk bersaing dengan kompetitor Korea dengan yen yang kuat terhadap won." Jika Nikkei Stock Average mulai jatuh lagi di minggu-minggu mendatang, akan menjadi salah satu pemicu kemungkinan untuk Tokyo untuk masuk ke pasar FX, kata Takashima. Dia menambahkan bahwa mengingat fokus jangka panjang, pemerintah mungkin sekarang lebih khawatir terhadap kekuatan JPY yang berkelanjutan

• Dolar mempertajam koreksinya hingga di bawah 77 yen, menambah kekhawatiran kemungkinan dilakukan intervensi oleh bank sentral Jepang (BOJ) untuk melemahkan yen. Dolar terkoreksi ke level intraday low 76,72, level terendahnya sejak dilakukan intervensi bersama oleh sejumlah bank sentral dunia di pertengahan Maret lalu. Dolar terakhir bertengger di level 76.73 yen, turun sekitar 1,3% dari penutupan New York hari Kamis, sekaligus mendekati level all‐time low di 76.25 yen.
• Depresiasi dolar terjadi setelah data GDP Q2 AS dirilis mengecewakan dan menambah kekhawatiran ekonomi AS akan tergelincir kembali ke dalam resesi.
• Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan pada Jumat kemarin atas penguatan yen, dimana kementrian keuangan memberikan indikasi bahwa Tokyo tidak akan menunggu lebih lama untuk melakukan aksinya jika yen terus menguat.
• Dalam pernyataan kerasnya (yang menambah ancaman dilakukan intervensi), menteri keuangan Jepang Yoshihiko Noda mengatakan bahwa yen meningkat "terlalu banyak" dan menyimpang dari fundamental ekonomi Jepang.
• Namun dengan kenaikan yen yang didorong oleh faktor‐faktor di luar kontrol Jepang seperti krisis utang AS, masih belum tercipta kesepakatan penuh antara otoritas moneter pada apakah dan kapan untuk melakukan intervensi.
• Seorang pejabat senior BOJ mengatakan bank sentral berfokus pada bagaimana kenaikan yen baru baru ini dapat mempengaruhi pemulihan ekonomi yang masih rapuh, menunjukkan kesiapannya untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar paling cepat awal pekan ini jika yen terus menguat.
• Sidang BOJ akhir pekan ini akan menjadi sorotan pasar untuk melihat langkah kebijakan moneter Jepang berikutnya dalam menjaga stabilitas ekonominya.

Tuesday, July 26, 2011

Breaking News

Obama: If we stay on the current path, our current debt could do damage to the economy.

“If we stay on the current path, our growing debt could cost us jobs and do serious damage to the economy,” Obama said in a prime-time address from the White House.


Obama on what default could mean: Interest rates could climb for everyone who borrows money

Obama said that a failure to get a deal risks forcing the U.S. to default on some of its obligations. He urged Americans to pressure their representatives in Washington to act.

If Congress doesn’t agree, “interest rates would skyrocket on credit cards, mortgages, and car loans, which amounts to a huge tax hike on the American people,” Obama said. “We would risk sparking a deep economic crisis - one caused almost entirely by Washington.”


Obama: A six-month extension of the debt ceiling might not be enough to avoid a credit downgrade
.

Tuesday, July 19, 2011

GBP wave 5...??!!



grafik ini di buat pada tanggal 14 july 2011.

Gold hovers below record, Emas melayang di bawah level tertinggi

Gold held steady below its record high after 11 days of consecutive gains, as growing sovereign debt worries on either side of the Atlantic continued to support sentiment.

Gold's appeal as safe haven is likely to extend, as euro zone's debt crisis is far from being solved, while the White House was pursuing a fallback plan with Congress to raise the US debt ceiling and avert a default that could plunge global financial markets into chaos.

Spot gold was little changed at $US1,602.41 an ounce by 1325 AEST, off the record high of $US1,607.01 reached on Monday.

US gold was almost steady at $US1,603.20.

"If we do see some progress in the debt ceiling talks, it could encourage profit-taking by short-term investors," analyst at Phillip Futures Ong Yi Ling said.

The markets were also closely monitoring developments in Europe, where governments and banks struggled to reconcile competing proposals for a second bailout of Greece on Monday, three days before leaders meet to prevent the crisis from spreading through the region.

For the longer term gold's outlook remained bright, targeting $US1,650 to $US1,700 by the end of the year, Ong added.

Gold has rallied for the last 11 sessions, its longest winning stretch in at least four decades.

But technical analysis suggested that gold could face a sharp correction once hitting a short-term target of $US1,613, Reuters market analyst Wang Tao said.

Investment interest in bullion grew as prices pushed higher. Holdings in the SPDR Gold Trust, the world's biggest gold-backed exchange-traded fund, gained 1.1 per cent to 1,249.352 tonnes by July 17, highest in six months.

On Asia's physical market, scrap sellers took advantage of record prices and buyers stood on sidelines, dealers said.

"Buyers are hesitant and waiting for a correction to re-enter the market," a Singapore-based dealer said, adding that premium for gold bars had halved from a week earlier to around 50 cents an ounce over London spot prices.

Spot silver fell 0.7 per cent to $US40.24 an ounce, off Monday's high of $US40.70 – its loftiest level since May 4. US silver edged down 0.2 per cent to $US40.28.

The gold-silver ratio, used to measure how many ounces of silver can buy an ounce of gold, dropped to 39.58 on Monday, its lowest since May 10. It was hovering below 40 on Tuesday.

Gold smashes through $1,600, Emas tembus level $1.6000

Tue 19 Jul 2011
Gold prices settled above $1,600 an ounce, a record high, on European and US debt concern.

Safe haven demand propelled gold for August delivery up $12.30 to settle at a record $1,602.40 an ounce on the Comex division of the New York Mercantile Exchange. Gold touched an intra-day record high of $1,607.90 an ounce.

Gold futures have enjoyed 10 consecutive days of gains as traders look to traditional safe haven investments amid deepening concern about government debt.

Meanwhile US crude oil settled 1.4% lower on Monday on concern about Europe's debt crisis and the US' debt ceiling.

Jitters about a default Italy or Spain pressured oil prices. Debt worries and the declining dollar took crude for August delivery down $1.31 to $95.93 a barrel on the New York Mercantile Exchange.

In London Brent crude fell $1.21 to settle at $116.05 a barrel on the ICE Futures Europe Exchange.

saat ulasan ini dibuat, emas bertengger di harga $1605.50/oz High: 1606.05 low: 1600.80

Monday, April 4, 2011

Hang Seng Index naik 348,68 poin atau 1,46% menjadi 24,150.58

Bursa saham Hong Kong naik hari Senin sampai hampir mendekati tertinggi 11-minggu, mengikuti keuntungan hari Jumat di Wall Street karena laporan gaji yang lebih baik dari perkiraan pada gaji non-pertanian dan seiring tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dua tahun.

blue-chip Hang Seng Index naik 348,68 poin atau 1,46% menjadi 24,150.58, setelah diperdagangkan antara 23,917.01 dan 24,164.37. Level penutupan tertinggi indeks sejak ia berakhir pada 24.419 pada 19 Januari.

Semua kecuali dua dari 45 konstituen indeks berakhir lebih tinggi Senin.

Volume perdagangan sebesar HK $ 90,77 milyar, turun sedikit dari HK $ 91.51 milyar Jumat.

Para analis mengatakan indeks lokal kemungkinan akan terus meningkat dalam jangka pendek, meskipun sudah naik 4,7% dalam empat sesi terakhir.

Conita Hung, kepala penelitian di Delta Asia Securities, mengatakan ia mengharapkan indeks akan diperdagangkan di kisaran 24,100-24,300 minggu ini.

"Kita melihat arus masuk modal ke Hong Kong terus mendukung indeks lokal di atas level 24.000 minggu ini," kata Hung.

KGI Asia mengatakan mereka memperkirakan pasar lokal untuk tetap teguh dalam waktu dekat karena omset pasar telah berkembang baru-baru ini dan prospek pasar saham global adalah positif.

Bursa saham Hong Kong mendapat dorongan Senin setelah Dow Jones Industrial Average berakhir 0,46% lebih tinggi Jumat pukul 12.376,72 karena gaji nonfarm data AS, pengurangan tingkat pengangguran AS menjadi 8,8% dari 8,9% dan data Institute for Supply Management yang menunjukkan manufaktur di mode ekspansi.

Bursa & Kliring Hong Kong adalah blue chip terbaik lokal, naik 5,3% menjadi HK $ 180,90. Bursa HK umumnya dipandang sebagai proxy untuk pasar Hong Kong dan cenderung meningkat setiap menjelang indeks rally.

Kenaikan harga minyak mentah mendorong Cnooc naik 1,7% menjadi HK $ 20,85.

Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia, dengan kontrak minyak mentah Nymex Mei berjangka memukul tertinggi dua setengah tahun sebesar US $ 108,74 per barel, seiring pemberontak Libya bentrok dengan pasukan pemerintah di sekitar kota minyak strategis Brega dan AS menyetujui permintaan NATO untuk memperpanjang serangan udara di Libya selama 24 jam.

Minmetals Resources naik 2,4% menjadi HK $ 6,72 setelah perusahaan meluncurkan tawaran pengambilalihan terbesar Cina untuk sebuah perusahaan sumber daya Australia Senin, mengatakan berniat untuk membuat C $ 6.3 milyar (US $ 6,5 miliar) yang ditawarkan untuk tambang tembaga Zambia-terfokus Equinox Minerals.

Country Garden naik 1,2% menjadi HK $ 3,46 setelah pengembang properti Cina mengatakan Minggu penjualan kuartal pertama yang dikontrak naik 45% dari tahun sebelumnya menjadi miliar CNY9.3.

The FED tahan suku bunga

Federal Reserve mengatakan pada hari Selasa bahwa pemulihan AS mendapatkan traksi dan tekanan inflasi dari melonjaknya biaya energi kemungkinan hanya untuk jangka pendek, yang memungkinkan untuk mempertahankan dukungan besarnya bagi perekonomian.

Bank sentral AS memutuskan dengan suara bulat untuk meneruskan $600 miliar rencana pembelian obligasi walaupun penilaian ekonomi dan pasar ketenagakerjaan yang jauh lebih bersemangat.

Fed AS tidak menyinggung Jepang, yang bergulat dengan setelah gempa terburuk pada catatan - dan berjuang mati-matian untuk mencegah bencana nuklir.

"Pemulihan ekonomi memiliki landasan yang kuat, dan kondisi secara keseluruhan di pasar tenaga kerja tampaknya meningkatkan secara bertahap," ujar The Fed dalam sebuah pernyataan pasca-pertemuan.

Ini adalah pandangan jauh lebih cerah daripada yang telah diberikan Fed setelah pertemuan terakhir pada bulan Januari, ketika pemulihan digambarkan masih terlalu lemah untuk secara signifikan menurunkan pengangguran.

Namun, pertemuan ketika pasar saham global anjlok pasca gempa Jepang, para pembuat kebijakan mencatat pengangguran AS tetap tinggi, inflasi yang rendah dan sektor perumahan tertekan.

The Fed mengulangi janji untuk mempertahankan suku bunga, saat ini mendekati nol, pada tingkat yang sangat rendah untuk jangka waktu yang diperpanjang. Yang menempatkannya bersebrangan dengan otoritas moneter lain seperti Bank Sentral Eropa, yang telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga bisa datang bulan depan.

Bursa saham AS memangkas kerugian setelah keputusan Fed, namun masih ditutup turun lebih dari 1%. Dolar bertahan stabil terhadap sejumlah mata uang utama, sementara harga surat utang pemerintah AS menurun setelah sebelumnya naik.

The Fed mendedikasikan porsi yang luar biasa besar dari pernyataan untuk kekhawatiran inflasi yang mengelilingi setelah lonjakan terbaru harga energi dan pangan. Mengatakan pihaknya akan memantau inflasi dan ekspektasi harga di masa depan dengan seksama, tetapi menambahkan bahwa situasi tampaknya berada di bawah kendali.

"Ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil, dan ukuran inflasi inti telah menurun," katanya.

Sejak pertemuan Fed di Januari, ekonomi terus menunjukkan tanda-tanda menjanjikan, dengan pengangguran menurun menjadi 8,9% pada Februari dari 9,8% pada November.

Nonfarm payroll

Ekonomi AS terus menambah pekerjaan pada percepatan berkelanjutan di Maret, mendorong tingkat pengangguran ke tingkat terendah dalam 2 tahun, tanda terakhir ekonomi meningkat.

Nonfarm payrolls (upah non-pertanian) naik sebesar 216,000 bulan lalu karena sektor swasta menambah 230,000 pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, Jum'at (1/4) dalam survei pengusaha. Angka Februari direvisi menunjukkan kenaikan di 194,000 pekerjaan dari estimasi kenaikan sebelumnya di 192,000.

Tingkat pengangguran, diperoleh dari survei rumah tangga yang terpisah, turun tipis ke 8.8% bulan lalu, tingkat terendah sejak Maret 2009. Sejak November 2010, tingkat pengangguran menurun dengan satu persen penuh. Ada sekitar 13.5 juta orang ingin bekerja, tetapi tidak mendapatkan pekerjaan.

Data itu lebih baik dari ekspektasi. Ekonom disurvei Dow Jones Newswires memperkirakan payrolls akan naik sebesar 195,000 dan tingkat pengangguran masih tidak berubah di 8.9%.

Meskipun perbaikan, pejabat Federal Reserve mengekspektasi pengangguran tetap tinggi sepanjang tahun karena ekonomi berupaya keras untuk mendapatkan kembali banyak pekerjaan yang hilang dalam resesi mendalam 2008 dan 2009. Presiden Minneapolis Federal Reserve Bank Narayana Kocherlakota mengatakan pada interview Kamis dia "terkejut" jika berada di bawah 8.5% di akhir 2011. Meski begitu, dia menyarankan Fed mungkin harus menaikkan suku bunga di akhir tahun untuk menjaga inflasi di bawah kendali.

Departemen Tenaga Kerja Jum'at mengatakan pengusaha sektor swasta, yang mencakup sekitar 70% dari angkatan kerja, menambah 230,000 pekerjaan di Maret. Angka Februari direvisi naik 240,000.

Sektor swasta menambah pekerjaan selama sekitar setahun, meskipun percepatan belum cukup mengembalikan tingkat pengangguran di manapun pada tingkat sebelum resesi. The Fed memperkirakan akan memakan waktu tiga tahun lagi sebelum tingkat pengangguran mencapai kisaran 5% hingga 6%.

Rincian Maret menunjukkan kenaikan lanjutan di manufaktur 17,000 pekerjaan. Pada sektor pelayanan, profesional dan usaha, pendidikan dan kesehatan, rekreasi dan perhotelan menunjukkan hasil yang signifikan. Pekerjaan di sektor konstruksi flat suram setelah menambah 37,000 pekerjaan di Februari.

Total pekerjaan pemerintah jatuh sebesar 14,000 seperti pemerintah daerah berjuang keras dengan kekurangan anggaran, gaji dipangkas.

Pada tanda tantangan masih dihadapi oleh pasar tenaga kerja, laporan menunjukkan 45.5% orang Amerika yang bekerja atau 6.1 juta orang, berada di luar pekerjaan lebih dari 6 bulan di Maret, naik dari 43.9% di Februari. Seseorang tanpa pekerjaan, semakin sulit untuk mencari pekerjaan.

Rata-rata pendapatan per jam dari seluruh karyawan tidak berubah di $22.87. Selama tahun lalu, pendapatan naik sebesar 1.7%. Pendapatan meninggi membantu dukungan belanja konsumen yang memperkuat baru-baru ini, namun masih lemah dibanding dengan pemulihan sebelumnya.

Sementara itu, pekan kerja rata-rata untuk semua karyawan pada gaji swasta tidak berubah di 34,3 jam di Maret.

Monday, March 7, 2011

Usd/Jpy Triangle, bearish breakout to come!

Three-wave structures are shown on a daily chart, with the trapped price action between 80.30 support and 84.00/40 resistance region for some time now.

We know that three-wave formations are corrective waves, and as such, the whole price structure since October 2010 must be a corrective pattern, that may finish soon.




Wave E, final leg of a pattern must complete somewhere below 83.96 region.

New lows should be seen in days/weeks ahead.

Guest post by Gregor Horvat.

Non-Farm Payrolls Report: Good but not Great

Despite what appears to be a relatively healthy labor market report that showed U.S. companies adding 192k jobs last month and the unemployment rate dipping to 8.9 percent, the lowest since April 2009, the dollar failed to onto its initial gains against the Japanese Yen. The non-farm payrolls report is notorious for triggering significant volatility in the foreign exchange market and it has certainly lived up to its reputation this morning with the EUR/USD trading as high as 1.40 only to sink back below its pre-NFP levels. The problem is that February was a good but not great month for the labor market. Going into the non-farm payrolls report, everyone expected a strong number because of the weather related distortions that made job growth in January unusually depressed. A revision was also anticipated for the previous report but the size of the revision (from 36k to 63k) was nominal considering that severe storms prevented more than 700k Americans from working that month. As we said in our non-farm payrolls preview, job growth needed to exceed 250k in order for it to be unambiguously positive for the U.S. dollar. The improvement in the unemployment rate is encouraging and will make the Federal Reserve look good for finally bringing the jobless rate back below the psychologically hobbling 9 percent level. However it is bittersweet considering that the participation rate remained at a 25 year low, average hourly earnings were flat and average hours remained unchanged. If the participation rate was closer to its 25 year average of 66 percent, the unemployment rate would be over 11 percent. This of course will be lost in the headlines as everyone focuses on the 8.9 percent print. Yet we cannot ignore the fact that the Birth/Death adjustment also added 112k jobs to this month’s report.

But will it Change much for the Fed?

The key takeaway is that today’s non-farm payrolls report changes little for the Federal Reserve. Bernanke may be relieved to see another month of improvement in the unemployment rate, but given the underlying weakness of the report, the central bank will still argue that unemployment remains extremely high and therefore continued stimulus could be warranted. Given recent comments from Fed Chairman Ben Bernanke, the U.S. central bank remains on the fence about ending asset purchases in June. Despite the strength of today’s jobs number, the true trend remains unclear and even though the labor market is moving in the right direction, the Fed will need to see more consistency over the next few months before becoming convinced that the decline in the unemployment rate is an accurate reflection of the how the labor market is performing. It is important to remember that the central bank is far from meeting is dual mandate of maximum employment and price stability. Unemployment remains high and for this reason, the Fed will probably leave interest rates unchanged for most the year. In terms of QE3, the Fed doesn’t need to make their decision right now. They still have the opportunity to see 3 additional months worth of non-farm payrolls reports before making their decision. If the unemployment remains below 9 percent by June, then the central bank may feel confident enough to end their asset purchases. In the meantime, we cannot forget that the European Central Bank still plans to charge forward with raising interest rates as soon as next month with the Bank of England likely to follow. The prospect of higher interest rates in Europe and unchanged monetary policy in U.S. could make it difficult for any rally in the dollar to last.

Deutsche Bank's Mayer Says ECB Prolonging Record-Low Rates Is `Dangerous'

Deutsche Bank AG Chief Economist Thomas Mayer said it is “dangerous” for the European Central Bank to keep interest rates low for long.

What “I find dangerous is that we continue to get locked into this very low rate environment,” Mayer told a conference in New Delhi yesterday. “I am concerned that by keeping rates low for an extended period of time you are inducing people to build other decisions onto this low rate environment and adjust all their portfolio and investment decisions on these low rates.”

The ECB may raise borrowing costs next month to curb price pressures, President Jean-Claude Trichet said March 3 after keeping the benchmark at a record low of 1 percent even as inflation breached the bank’s 2 percent limit. The euro completed a third straight weekly increase against the U.S. dollar yesterday, the longest run of gains since October following his comments.

The ECB may raise rates by a quarter of a percentage point in April, Deutsche Bank’s Mayer told the event organized by the Institute of International Finance. He expects further quarter- point increases in September and December.

Trichet accompanied his rate warning by again urging governments to complete their budget cut plans this year even if that requires more austerity.

He has said for months that governments can’t keep relying on the ECB’s cheap credit to prop up the region’s economy as they split over providing a permanent cure to Europe’s sovereign debt crisis which first engulfed Greece, then Ireland and may next take down Portugal.
Challenging Programs

“European leaders have said that they will do whatever it takes to make sure the affected nations and their banks have access to financing as they implement very challenging, multiyear programs of fiscal, structural, and financial reform,” Lael Brainard, the U.S. Treasury Department’s undersecretary for international relations, said at the conference in New Delhi. “European officials are now at work on a longer-term framework to strengthen and redesign the financial mechanisms put in place to support economic reform.”

Growth in the member countries of the Organization of Economic Cooperation and Development looks “mediocre,” Secretary-General Angel Gurria told the conference.

The International Monetary Fund’s European Department Director Antonio Borges said at the meeting that the solution to the European crisis is greater integration.
Commodity Prices

High commodity costs, which are driving up price expectations, were among the challenges discussed at the conference.

Political tensions in Libya, the latest country to experience a wave of anti-government protests in North Africa and the Middle East, sent oil toward its sixth weekly gain in London.

Federal Reserve Chairman Ben S. Bernanke said on March 1 that the surge in oil and other commodity prices probably won’t cause a permanent increase in broader inflation and repeated that U.S. borrowing costs are likely to stay low.

A slack labor market will mute commodity-price inflation in the U.S., Brainard said yesterday.

The U.S. economy is in its early stages of recovery and may expand 3.5 percent to 3.9 percent in 2011, Terrence J. Checki, executive vice president for emerging markets and international affairs at the Federal Reserve Bank of New York, told the conference.
Brighter Outlook

New York Fed President William Dudley, who is also the vice chairman of the policy-setting Federal Open Market Committee, said in a speech on Feb. 28 that the “considerably brighter” economic outlook isn’t yet reason for the central bank to withdraw its record monetary stimulus.

“I think you can look at comments of Bill Dudley in recent days. They are pretty clear on where they stand, on where they see monetary policy going,” Checki told reporters in New Delhi yesterday when asked about the outlook on U.S. rates.

By contrast, China, the world’s fastest-growing major economy, on Feb. 8 raised rates for the third time since mid- October. India’s central bank has raised its benchmark repurchase rate seven times in the past year while three of the Bank of England’s nine policy makers last month voted for an increase.