Monday, August 1, 2011

Gold cetak harga tertinggi di tengah ketidak pastian US debt crisis

• Emas kembali mencetak level tertinggi sepanjang sejarah ke 1632.30 USD per troy ounce terdorong berbagai faktor yang mendukung minat investor pada aset safe haven terutama emas.
• Minat investor pada aset safe haven dalam sepekan terakhirmendapat sokongan dari muramnya data GDP Amerika untuk Q2 yang tercatat hanya tumbuh 1,3% serta berlanjutnya kekhawatiran pada krisis kredit Amerika dan Uni‐Eropa. Peringkat kredit Amerika dan beberapa negara zona eropa juga berpotensi mengalami pemangkasan sehubungan keraguan pada berhasilnya penanganan hutang di masing‐masing kawasan tersebut.
• Pertumbuhan ekonomi Amerika terbukti tidak banyak terbantu oleh program quantitative easing II dan untuk mengatasinya The Fed diperkirakan akan meluncurkan program quantitative easing III. Kondisi mana akan menjadikan level suku bunga The Fed bertahan di level terendahnya untuk jangka waktu yang lama – berarti kebijakan moneter longgar yang akan mendorong permintaan pada emas.
• Rancangan undang‐undang mengenai kenaikan plafon kredit belum juga disepakati oleh kubu Republik dan Demokrat hanya 4 hari menjelang tengat 02 Agustus. Walaupun mayoritas ekonom percaya kesepakatan kenaikan plafon kredit Amerika tersebut pada akhirnya akan tercapai namun hal tersebut diprediksi tidak akan menghalangi pemangkasan peringkat kredit AAA Amerika.
• Sepanjang Juli emas tercatat mengalami penguatan 7,6% terhadap USD sementara perak naik 6,2%.
• Emas diprediksi akan mengalami tekanan jika pada akhirnya kenaikan plafon kredit disepakati dan akan menurunkan kekhawatiran pada pasar keuangan global. Dengan kenaikan plafon kredit yang nantinya akan diikuti oleh pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak maka hal tersebut akan berdampak
pada meningkatnya potensi deflasi.
• Momen tersebut juga nantinya diperkirakan akan dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi ambil untung atas penguatan tajam emas sejak awal Juli ini.

No comments: