Monday, August 15, 2011

News Breaking...?!!

Swiss franc pressured as peg talk persists

Aug 15 (Reuters) - The euro and dollar rose to their highest level in two weeks against the Swiss franc in Asia on Monday on caution the Swiss National Bank would act further to weaken the franc and as markets found a steadier footing.

Speculation the SNB will peg the Swiss franc to the euro gained ground after Swiss newspaper SonntagsZeitung reported on Sunday the central bank was poised to set a target at a little over 1.10 francs per euro.

Barclays Capital analysts warned expectations of a peg seemed overdone, believing the franc would rally once again this week if markets started to change their view on its probability.

"We remain CHF bears in the medium run - we agree with the SNB's view that it is "massively overvalued" - but, this week, we are not expecting the recent appreciation of EUR/CHF to hold," said Paul Robinson, strategist at Barclays Capital.

The historic downgrade also came at a time when fears the U.S. would fall back into recession mounted and worries about the euro zone sovereign debt problems spread to the region's banking sector.

This saw the safe-haven Swiss franc rocket to record highs against the dollar and euro, a move that threatened the Swiss economy and prompted the SNB to slash interest rates to near zero and pledge more action to weaken the currency.

Todays Outlook

Outlook GBP

• Sterling sedikit menguat Jumat lalu, dibantu juga oleh membaiknya pasar ekuitas, tetapi kenaikan terhambat oleh perluasan permasalahan mengenai kerapuhan pada ekonomi Inggris dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.
• Ini membantu pound untuk naik ke level tertinggi terhadap dollar AS , tetapi membaik dalam kisaran mingguannya – diatas level terendah Kamis lalu $1.6111 dan dibawah level tertinggi Senin sebelumnya $1.6478.
• Sterling mencapai level tertingginya pada perdagangan sore harinya, naik 0.4 persen dalam hariannya ke level $1.6313, diatas level 55‐day average $1.6217 pada 100‐day average level $1.6266.
• Perbankan Irlandia yang bergantung pada emergency funding dari European Central Bank (ECB) melemah dibawah 100 milyar euro untuk pertama kalinya yang mendekati setahun pada bulan Juli tetapi borrowings dari bank sentralnya sendiri naik, data Jumat lalu.

European Outlook

• Dolar memperluas kerugiannya atas euro setelah data menunjukkan retail sales AS periode Juli mencatat kenaikan terbesarnya sejak Maret. Rilis optimis data tersebut telah membangkitkan minat terhadap asset‐aset beresiko setelah meredanya kekhawatiran mengenai kemungkinan AS kembali jatuh kedalam resesi.
• Euro menembus level intraday high di $1.4291 pasca rilis data retail sales namun kemudian memangkas keuntungannya pasca rilis data sentiment konsumen AS berdasarkan survey University of Michigan yang mengalami penurunan di periode Agustus.
• Penguatan euro sebelumnya juga berkat naiknya saham Eropa setelah larangan short‐selling saham‐saham keuangan oleh beberapa negara zona euro tampaknya telah meredakan ketegangan, meskipun kekhawatiran terus‐menerus tentang penularan utang telah menghambat rally euro.
• Saham Eropa naik karena larangan short selling pada saham keuangan oleh Perancis, Italia, Spanyol dan Belgia tampaknya dilakukan untuk menenangkan kegelisahan pasar tentang sektor perbankan di wilayah ini, setidaknya dalam jangka pendek.
• Dalam beberapa sesi terakhir, euro memang telah tertekan oleh kejatuhan saham dan investor menjual saham bank‐bank besar Perancis di tengah kekhawatiran tentang eksposur mereka terhadap utang zona euro.
• Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu di Paris Selasa depan untuk membahas pemerintahan zona euro dan isu‐isu internasional lainnya. Kedua pemimpin akan memperluas keputusan yang dibuat selama pertemuan para pemimpin zona euro pada 21 Juli untuk bekerja guna memperkuat pemerintahan zona euro. Sarkozy sebelumnya telah mengadakan pembicaraan darurat dengan para menteri senior pada hari Rabu lalu setelah Perancis terpukul keras oleh gejolak pasar minggu ini.


Japan Outlook


• Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda pada Jumat kemarin mengatakan akan mempertimbangkan berbagai pilihan jika penguatan yen terus berlanjut. Noda juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk melihat tren saat ini yang berkembang di pasar valuta asing untuk menilai apakah intervensi penjualan yen pada minggu sebelumnya tergolong efektif.
• Jepang melakukan intervensi pada 2 pekan lalu setelah yen melonjak mendekati level rekor tertinggi terhadap dolar. Tapi mata uang cepat kembali ke tingkat pra‐intervensi karena investor kembali memburu aset‐aset aman seperti emas, yen dan franc Swiss menyusul masalah utang di Eropa dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan kembalinya resesi global. Tokyo khawatir bahwa penguatan yen secara terus‐menerus bisa menggagalkan pemulihan ekonomi akibat terpukulnya sektor ekspor yang menjadi penopang perekonomiannya.
• Dolar diperdagangkan pada sekitar 76,67 yen pada Jumat, mendekati rekor terendah 76,25 yen yang dicapai pada Maret.
• Noda juga mengatakan kemungkinan mempertimbangkan langkah‐langkah untuk meringankan tekanan akibat kenaikan yen melalui rencana anggaran tambahan pemerintah di atas 6 triliun yen yang dialokasikan dalam dua anggaran tambahan dalam tahun fiskal berjalan hingga Maret berikutnya , untuk membantu rekonstruksi akibat gempa dan tsunami.
• Pemerintah Jepang memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal berjalan menjadi 0,5 persen dari 1,5 persen yang mencerminkan kemerosotan dalam output pabrik setelah gempa berkekuatan 9.0, tsunami dan krisis nuklir di bulan Maret. Perkiraan baru pemerintah tersebut, disetujui pada pertemuan kabinet, yang sejalan dengan apa yang sumber pemerintah katakan kepada Reuters pada hari Kamis dan mirip dengan proyeksi BOJ bulan lalu bahwa ekonomi akan tumbuh 0,4 persen pada tahun fiskal yang dimulai pada bulan April. BOJ memprediksi pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 2,9 persen pada tahun fiskal 2012/13.
• Pemerintah Jepang pada Jumat lalu merevisi turun tajam data CPI tahun ini setelah mengubah tahun dasar untuk indeks, dimana semakin menjauhkan harapan untuk negara mengakhiri era deflasinya. Hal ini juga akan kembali menunda langkah BOJ mengakhiri kebijakan moneter ultra longgar, setelah BOJ berjanji akan mempertahankan suku bunga hampir nol sampai inflasi konsumen diprediksi akan mencapai 1%.
• Pemerintah merevisi tahun dasar untuk data indeks harga konsumen (IHK) sekali setiap lima tahun. Pemerintah juga melakukan perubahan komponen‐komponen yang membentuk indeks untuk lebih mencerminkan tren belanja konsumen. Pemerintah akan merilis angka CPI Juli berpijak tahun dasar baru 2010 pada 26 Agustus.
• Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa telah memperingatkan bahwa perubahan tahun dasar akan berarti Jepang akan mengalami pertumbuhan harga konsumen nol atau sedikit negatif dalam tahun fiskal berjalan. Namun hal ini tidak akan mengubah pandangan BOJ bahwa deflasi secara bertahap akan teratasi, dan bahwa revisi tahun dasar tidak akan mempengaruhi ekonomi dan persepsi harga publik. Revisi turun untuk harga CPI inti ini berpoetnsi memperkuat pandangan pasar bahwa BOJ akan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga 2013 mendatang.