Friday, August 19, 2011

todays Outlook... hhmm market review.

Sesi Eropa
___________

13:00 WIB — Eropa — German PPI — Harga barang produksi manufaktur meningkat 0,1% bulan kemarin. Data kali ini tampaknya diprediksi 0,2%. Data yang lebih tinggi akan menguntungkan Euro.

15:30WIB – Inggris – Public Sector Net Borrowing – Selisih pemasukan dan pengeluaran pemerintah bulan ini diprediksi sebesar 0,4 Milyar GBP. Bulan lalu data dirilis 12,0 Milyar GBP di atas prediksi yang menekan GBP. Jika pada bulan ini data dirilis kembali di bawah prediksi maka akan menguntungkan GBP.

Sesi Amerika
____________

18:00 WIB – Kanada – Core CPI — Harga barang dan jasa non pangan dan energi di Kanada diprediksi meningkat 0,2%. Bulan terakhir berada di bawah prediksi. Jika dirilis kembali di atas prediksi tersebut, maka akan baik bagi CAD.

18:00 WIB – Kanada– CPI — Perubahan harga barang dan jasa meningkat 0,2%. Data bulan terakhir dirilis di bawah prediksi . Jika data dirilis di atas prediksi akan menguntungkan CAD.


US & Global Outlook

• Meningkatnya kekhawatiran mengenai resesi berikutnya menekan bursa saham AS Kamis lalu, yang membawa indeks‐indeks utama merosot lebih dari 3 persen dalam mengemukanya kembali fluktuasi ekstrim investor yang berharap lebih.
• Bursa saham global, yang dinilai pada indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 4.1 persen dan ekuitas emerging market <.MSCIEF> turun 2.8 persen.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 419.63 poin, atau 3.68 persen, ke level 10,990.58. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 53.24 poin, atau 4.46 persen, untuk ditutup level 1,140.65. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> terjungkal 131.05 poin, atau 5.22 persen, untuk berada di level 2,380.43.
• Dollar AS dan yen Jepang menguat secara meluas Kamis lalu karena investor memburu mata uang safe‐haven dari tanda‐tanda pelemahan ekonomi AS dan permasalahan berkenaan dengan paparan perbankan Eropa terhadap utang zona euro.
• Menumpuknya kesuraman data ekonomi AS dan kekhawatiran zona euro mengarah pada pasar finansial, dengan pasar saham global anjlok sementara itu harga spot gold dan
Tresuri rally dari adanya kekhawatiran.
• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro melemah 0.6 persen ke level $1.4338 .
• The greenback/dollar naik 0.3 persen terhadap the franc ke level 0.7932 franc , meskipun euro turun 0.3 persen ke level 1.1376 francs • Terhadap yen, dollar AS flat ke level 76.58 yen , tidak jauh dari level terendahnya 76.25 yen yang terjadi pada bulan Maret tahun ini.
• Mengemukanya banyak kekhawatiran mengenai ekonomi global mendorong harga safe‐haven obligasi pemerintah AS naik Kamis lalu dan persepsi mengenai outlook AS dan zona euro kemungkinan mempengaruhi perdagangan dalam beberapa hari mendatang.
• Emas rally sebesar 2 persen ke level tertinggi barunya diatas $1,820 per ons Kamis lalu setelah data AS mencatatkan mandegnya perekonomian, sementara itu permasalahan mengemukanya kembali tingkat kesehatan perbankan Eropa yang membawa pada safe‐haven buying. Kenaikan emas dalam rangkaian empat harinya datang setelah berita aktivitas factory di U.S. Mid‐Atlantic anjlok dan existing home sales tidak seperti yangdi ekspektasi merosot. Spot gold naik 1.8 persen ke level $1,820.49 ons pada pukul 2:16 p.m. EDT (1816 GMT), yang telah mencatatkan level tertingginya $1,825.99. Telah mengalami kenaikan 9 persen dalam dua minggu ini, kinerja terbaiknya sejak pertengahan Februari 2009.
• Harga crude futures AS melemah mendekati 6 persen Kamis lalu karena bertumpuknya pelemahan data ekonomi dari AS yang memukul confidence investor yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan permasalahan utang Eropa. Pada New York Mercantile Exchange, September crude anjlok $5.20, atau 5.94 persen, untuk di settle ke level $82.38 per barrel. Level tertinggi intraday di level $87.53 dan level terendahnya, yang dicapai pada perdagangan post‐settlement level $81.15.


Outlook Eropa

• Dolar, yen, dan Swiss franc menguat pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi global dan eksposur bank‐bank Eropa terhadap krisis utang zona euro, sehingga mendorong investor untuk memburu mata uang yang relatif lebih aman.
• Penurunan tajam pada aktivitas bisnis di bulan Agustus di wilayah mid‐Atlantic AS dan penurunan 3,5 persen diluar dugaan untuk data existing home sales di bulan lalu telah menyurutkan minat investor terhadap aset‐aset beresiko, dengan euro, dolar Australia dan dolar Kanada mengalami koreksi tajam. Bursa saham Wall Street dan juga Eropa mengalami tekanan pasca rilis data ekonomi AS tersebut.
• Euro terkoreksi 0,9 persen menjadi $ 1,4305, namun euro kemudian memangkas kerugiannya setelah data CPI AS menunjukkan kenaikan 0,5 persen melampaui perkiraan di bulan Juli dan juga melonjaknya klaim pengangguran sebesar 9.000 di pekan lalu.
• Secara keseluruhan sentimen pada euro masih negatif. Kurangnya langkah‐langkah drastis yang mungkin dilakukan dari hasil pertemuan Prancis‐Jerman untuk mengatasi krisis utang zona euro dan kekhawatiran tentang pajak atas transaksi keuangan telah mempengaruhi bank‐bank Eropa dan membuat euro berada dalam tekanan.
• Sebuah laporan Wall Street Journal semalam mengatakan bahwa Federal Reserve sedang meneliti bank‐bank Eropa di Amerika Serikat yang juga telah mengalami tekanan di pasar, memberikan kontribusi untuk tekanan jual pada ekuitas.
• Laporan itu juga mengatakan $2,5 trilyun dana industri pasar uang AS, yang memasok pendanaan jangka pendek untuk bank‐bank, telah menyusut dari zona euro dalam beberapa bulan terakhir.
• Dolar bergerak flat terhadap yen pada 76,57 yen , tidak jauh dari rekor terendah 76,25 yen yang tercatat pada bulan Maret. Euro turun 0,7 persen terhadap yen ke 109,70 yen.
• Rencana dari Perancis dan Jerman untuk bergerak menuju kesatuan fiskal pada tahun 2012 mendapat respon dingin dari negara‐negara zona euro lainnya dan gagal untuk meyakinkan para investor yang masih khawatir tentang krisis utang kawasan dan kondisi ekonomi yang melemah. Austria, Finlandia dan Irlandia mempertanyakan proposal berani dari Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyerahkan kedaulatan atas kebijakan fiskal sebagai alat untuk menopang persatuan moneter dari 17 negara. Analis pasar memperingatkan bahwa perbedaan politik ditambah dengan kegagalan dalam memwujudkan janji yang konkret untuk meningkatkan besaran dana penyelamatan untuk Eropa, atau peluncuran obligasi euro, berisiko memicu serangan baru pada negara‐ negara Eropa yang tengah dililit hutang.
• Kepala Standard & Poor Perancis, mengatakan Kamis kemarin bahwa lembaga tersebut optimis dalam mempertahankan rating kredit AAA di Prancis dengan outlook stabil tidak berubah.


Emas & Komoditi

• Harga emas dunia menguat tajam 2% terhadap dollar AS ke level tertinggi sepanjang sejarah di 1828.50 USD per troy ounce, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi Amerika yang berujung pada kemungkinan resesi ekonomi terbesar dunia tersebut dalam waktu dekat.
• Kinerja emas juga semakin ditunjang oleh berkembangnya kekhawatiran investor akan kondisi pendanaan sejumlah perbankan asal zona eropa, sebuah kondisi yang kemudian menggiring investor kembali aktif melakukan aksi beli pada aset berstatus safe haven termasuk emas.
• Investor memangkas investasi pada saham dan aset beresiko lainnya kemudian beralih kepada emas serta obligasi pemeirntah. Bursa Dow Jones anjlok 5% dan crude oil merosot 7% seiring perkiraan bahwa aktifitas ekonomi akan kembali melemah dan menurunkan permintaan pada minyak dunia.
• Namun disisi lain, sejumlah analis memprediksi emas dapat terkoreksi setidaknya 30% dengan landasan bahwa kondisi RSI yang sudah sangat overbought. Dari sisi fundamental, The World Gold Council menyatakan permintaan emas turun 17% pada kuartal kedua seiring berkembangnya minat pada perhiasan, koin dan emas batangan tidak dapat menutupi rendahnya minat beli pada ETF / Exchange Traded Fund emas.
• Sementara itu konsultan dari GFMS justru memprediksi emas akan mencapai level 1900 USD per troy ounce dalam setidaknya 6 bulan kedepan seiring masih muramnya prospek ekonomi global yang akan menggiring minat beli investor pada aset safe haven.