Wednesday, August 27, 2008

FOMC minutes say members 'generally' see rate hike as next move, timing unclear

masih dalam bentuk aslinya, tapi saya pikir cukup mudah di mengerti, so tidak saya translate ke dalam bahasa indonesia, berikut kutipan beritanya;

WASHINGTON (Thomson Financial) - Federal Open Market Committee (FOMC) members all
but shut the door on easing interest rates in the near future and instead suggest
that the next policy move would be a rate hike, although the timing is uncertain,
according to minutes from its most recent FOMC meeting.

'Although members generally anticipated that the next policy move would likely be
a tightening, the time and extend of any change in policy stance would depend on
evolving economic and financial developments and the implications for the outlook
for economic growth and inflation,' minutes from the August 5 meeting said.

A major factor in the decision would be inflation, which the minutes acknowledged
would stay at elevated levels beyond this year. This seems to run counter to
statements of Fed officials who said inflation could ease as early as this year.
According to the minutes, 'most participants anticipated that core inflation
would edge back down during 2009.'

The minutes added that core PCE inflation would edge up in the second half of
this year, mostly due to a run up in energy and import prices. 'Core inflation
was then expected to edge down in 2009 as the impetus from prior increases in the
prices of imports, energy and other commodities abated and the margin of slack in
resource use widened.'

Many FOMC members said that economic activity 'was likely to remain dampened for
several quarters' and all staff 'expected that real GDP would rise at less than
its potential rate through the first half of next year.' Despite an apparent
boost by the fiscal stimulus package, members see a deceleration in household
spending and softer export demand.

Will They, Won't They, Move On Rates?

masih dalam bentuk asli, sekedar untuk menyimpan data pribadi.

Will They, Won't They, Move On Rates? Where the Fed can go from here

Why Move. The historical reason to lower overnight lending rates is to stimulate an economy, relieve the consumer of worrisome debt levels, and to reverse a slow-down in GDP growth forecasts. Since the Fed has a dual mandate (full employment and price stability) it is hard to understand what the recent cuts have achieved. Labor markets are looking weak, consumer confidence is lower, mortgages are higher, GDP growth outlooks have been reduced, and the trade imbalance has not been touched in reality by a weaker dollar.

If cutting rates did not create a stimulus to the economy, in actual fact all it did was to allow global commodities to rip higher off a deflating economy, what will a rate hike achieve? More importantly, who will a rate hike benefit? Rate hikes are spoken of for two reasons; to reduce inflationary pressures, and to contain growth.

Inflation Taming. Inflation has been rampant for years, it has stripped the value of the dollar to shreds in real terms, and as such the question that Anthony Tillman, Trade Director at The-LFB-Forex asks may be more pertinent; "Why did the Fed wait for so long before actually cutting interest rates? Instead of a savage 325 basis point cut that included emergency action over closed door weekends, why did the Fed not follow their previous policy of instigating sooner runs of 25 basis point moves each month?”. Tillman added “A set of smaller, earlier, controlled cuts, would have created an environment where the interbank may have actually trusted the fact that things were stable enough to lend, and therefore the balance sheets deficits may have been able to have been traded towards some kind of respectable loss, instead of being frozen. In that case the cuts may have actually found their way towards the consumer as well, if the consumer actually was the intended target that is. We would still have achieved the same goal of 2.00% rates eventually, but may have done it without seeing commodities, and therefore inflation, explode”.


Loses and Greed Punished
. The natural consequence of the credit crisis has been to see losses and greed lead to closures and redundancies, as many believe that they should have. But what was a level playing field that credit markets had created via the Treasury not pushing and enforcing regulatory standards, suddenly became a field that had bumps and pot holes to play on, and any amount of “Cheap Money via rate cuts” then needed to be used to fill the holes, and not therefore put to work. Maybe there is no blame to apportion; maybe the markets are paying the price of feeding too long at an overflowing trough of easy credit. And maybe, just maybe, with new regulatory standards in place, the same mistakes will not happen again.

Excuses Last Year. The Fed’s reason for not cutting in smaller increments and for not starting the rate cuts sooner? (Honestly, these are the reason given through 2007);

We have inflationary pressures in commodities (Oil was at $80 then, it went to $145).
We have wage inflation pressures (The weekly jobless average has gone from 320k to 450k, and incomes had declined).
We have strong GDP growth through 2008/9 (Huh? Where was that figure coming from?).
We have a stable overall environment (Well up until that sunny day in July 2007 that the S&P rating agency announced that LDO and CDO debt was toxic. THAT would have been the time to get the ball rolling on rate cuts, and many were publicly amazed that it did not happen).

Copious Debt. It is no wonder that bond traders are looking for rate cuts and balance sheet renewals, but it is also a wonder as to how the Fed will justify raising rates with little GDP growth, and 11.5 months of unsold homes sitting on the market. The U.S. consumer is not consuming at 2.00% rates; the credit lines are frozen. They definitely will not get access to credit with higher overnight rates. The U.S. requires copious amounts of debt to be flowing around the markets and the economy, and right now that is just not happening.

Staus Quo. Maybe it is as good a time as any to just leave things alone, and let the market sort itself out. There will be pain, there will be bank failures, there will be fear, but if this is not sorted out and changes made the next boom and bust cycle will be with us before Mr Bernanke can say “Jack Robinson”.

Monday, July 21, 2008

FED rise rate "coming soon"


The fed selaku Bank central, seharusnya tidak menunggu sektor perumahan dan bisnis stabil baru kemudian menaikan suku bunga. karena The FED bekerja dan bertujuan untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk saat ini. meski untuk saat ini kebijakannya terasa tidak mendukung sektor bisnis.

itu yang dapat kami tangkap dari statment Gary Stern, salah satu anggota FOMC. Gary Stern adalah orang yang menjabat sebagai anggota FOMC terlama, yang mengalami tiga kali masa kepemimpinan dalam FOMC, yaitu; Paul Volcker, Alan Greenspan dan Ben Bernanke.Dan dia pada tahun 1985 kemudian menjabat sebagai Minneapolis FED president.

Untuk itu dapat disimpulakan bahwa Fed akan menaikan suku bunganya kemungkinan di bulan oktober, karena di bulan Agustus dann september nanti. Fed masih akan meng-hold tingkat sukubunganya. hal ini bisa disimpulkan dari hasil FOMC minutes tanggal 15 july lalau yang mengindikasikan bahwa sebagian anggota FOMC menginginkan untuk segera menikan sukubunga. tetapi Ben Bernake selaku chairman dalam FOMC mengemukakan bahwa ia melihat bahwa ada resiko yang besar antara keduanya; inflasi dan pertumbuhan ekonomi. bahwa di satu sisi tingkat inflasi yang tinggi, mengharuskan FED untuk menaikan sukubunga, tapi di sisi yang lain, lambat dan turunya tingkat pertumbukan ekonomi, kurang memungkinkan untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat.

sehingga dapat disimpulkan bahwa saat yang paling memungkinkan untuk menikan suku bunga The FED adalah nanti pada bulan Oktober.

demikian semoga bermanfaat.

Monday, July 7, 2008

psikologis save haven on oil

sebetulnya secara pasti, saya belum bisa memastikan apakah apa yang akan saya utarakan ini adalah suatu hal yang benar. hanya menurut logika saya, hal itu sangat masuk akal.

secara umum teori "save Haven" sudah sangat sering kita dengar dan temui disekitar kita. save Haven atau dalam bahasa yang paling sederhana adalah sebagai suatu tindakan untuk memindahkan asset pada tempat atau jenis portofolio yang lebih aman, atau paling tidak memiliki resiko terkecil.

contoh yang paling gampang dan sangat populur di kalangan masyarakat umum adalah Emas. masyarakat secara umum merasa bahwa bila menyimpan asset dalam bentuk emas adalah lebih save sacara financial, karena harga emas yang terus naik dari tahun ke tahun.

nah ini pun terjadi pada harga minyak yang terus melambung. dimana harga minyak di pasar new york hari jumat minggu lalau telah menembus level $145/BB dari harga bulan lalu yang berada di kisaran $130/BB

mengapa ini bisa terjadi..???
ini yang juga menjadi topik perbincangan dikalangan trader. salah satu sebab adalah karena permintaan yang meningkat. (itu sudah pasti) tapi apakah sangat signifikan terhadap pergerakan harga minyak belakangan ini..???

hal lain yang perlu dicermati dan ditelaah kemungkinannya adalah adanya peralihan asset atau modal yang dipindahkan pada minyak, untuk menahan menyusutnya asset Dollar karena pelemahan nilai dollar selama ini. sebagaimana kita ketahui bahwa nilai Dollar selama beberapa tahun belangan ini mengalami penurunan.
dan bisa jadi untuk mengamankan modal yang dimiliki oleh para bisnisman dan pengusaha di luar sana, adalah dengan lebih memegang minyak ketimbang memegang dolar.
jadi selama ini orang yang sebelumnya menyimpanj modalnya dalam Dollar asset kini banyak yang melepas dollarnya dan memilih minyak sebagai alternatif bentuk asset.

karena dianggap memegang minyak akan lebih aman ketimbang menyimpan atau memegang dollar yang nilainya terus merosot terhadap seluruh mata uang utama di dunia.

jadi logika bahwa minyak atau emas dijadikan save haven, sangatlah mungkin.

semoga uraian yang terjadi karena hasil diskusi dan debat dengan teman penulis ini, bisa memberikan inspirasi, atau paling tidak memberikan sedikit pencerahan pada kita semua.

selamat berinvestasi.

Friday, July 4, 2008

Kenaikan Suku bunga ECB

Hari kamis kemarin ECB selaku Bank Central Uni Eropa, menaikan suku bunganya 25 basis poin menjadi 4.25% dari tingkat suku bunga sebelumnya 4.00%.

kenaikan suku bunga tersebut sebagai mana yang juga kemudian, dijelaskan oleh Alex weber salah seorang anggota ECB yang juga merupakan president Bundes Bank; adalah bertujuan untuk menjaga kestabilan harga, dari resiko tinggat inflasi yang meningkat.

Sebagaimana kita ketahui, naiknya tingkat inflasi sangat berpengaruh pada kenaikan harga, dan hal itu mau tak mau akan menggerogoti kemampuan daya beli masyarakat dari pendapatannya. sehinnga ECB selaku Bank Central harus melakukan tindakan menaikan tingkat suku bunga.

Secara umum tingkat suku bunga yang tinggi juga akan mencegah investor untuk melepaskan Eur dan melakukan pemebelian mata uang lain yang lebih menarik bagi potofolio investasi mereka. Tingkat inflasi yang meningkat ini sebagaimana yang dikatakan oleh weber, adalah karena naikanya harga energi dan makanan. Dimana inflasi menurut data terakhir adalan masih sedikit di bawah 2%. tapi menurur weber kenaikan suku bung ini tidak semata mata karena naiknya harga energi atau minyak, tapi secara jelas bahwa inflasi sudah berada diatas 2%.

dengan demikian ECB selaku bank Central sudah melakukan tugasnya untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga tinggkat inflasi berada dalam tinggat yang tolerable bagi masyarakat dan kalangan bisnis.


semoga bermanfaat. TQ

Tuesday, July 1, 2008

Index Dollar bounce

Jika kita perhatikan garfik pergerakan harga Index Dollar beberapa bulan kebelakang sampai dengan saat ini. ada hal yang menarik, yaitu bahwa index Dollar menunjukan pergerakan yang sepertinya cenderung berkonsolidasi di area 50% fibonachi retrachment, dan trand secara perlahan menunjukan trand naik dan membentuk pola canal yang menarik.

kemungkinan terbesar adalah index Dolar akan kembali memantul, bila tidak menembus trend line low, dan support kuat ada di level titik terendah di bulan maret-april. yang merupakan titik psikologis pasar.

berikut grafik Index Dollar, klik gambar untuk memperbesar.



semoga bisa bermanfaan bagi analisa anda.
be smart, be wise and nice trading...

Wednesday, May 21, 2008

april record

Setelah kemarin saya memposting tentang sistem trading "PNS" atau yang saya gambarkan dengan blue shape, maka sekarang akan saya coba tampilkan track record yang dapat kita capai pada bulan april kemarin. hanya record ini masih menggunakan sistem konvensional.

tanda silang adalah mennandakan, saat dimana sisten tersebut gagal,
dan tanda ceklis adalah menandakan sistem tersebut benar.

untuk lebih jelasnya silahkan klik gambar di bawah ini.

April Record.

dari track record april, diperoleh hasil 4 kali salah, 1 kali no trade karena harga tidak menembus blue shape hari itu (yaitu pada tanggal 7 april), dan sisanya benar.

Monday, May 19, 2008

jadi PNS di forex

Awalnya. karena banyaknya waktu luang yang ada dan rasa ingin tau yang cukup besar, saya jadi sedikit lebih memperhatikan lagi soal grafik, meski setiap hari pun saya selalu melakukan analisa grafik, tapi kali ini, karena banyaknya waktu luang saya, saya jadi makin memfokuskan perhatian saya pada grafik.

Meski sudah lama saya tau, bahwa ada jam jam dimana fluktuasi harga sangat tinggi, atau trend hari itu terbentuk. tapi dulu entah kenapa mata seperti tertutup meski saya melihat dan tahu akan hal itu.

coba perhatikan gambar berikut ini:
Gambar 1. heatic time. Klik gambar untuk memperbesar.

tapi dulu mungkin pengalaman saya belum medukung untuk bisa "membuka" mata saya untuk memahami dan melihat hal tersebut,atau terlalu di di nina bobo kan oleh keadaan saat itu, karena siapapun (trader) pasti akan tau hal itu. tapi mungkin seperti saya dulu, kita tidak sadar akan hal dibalik semuanya itu.

lihat gambar diatas, dan perhatikan kotak (shape) warna orange. agar lebih jelas menunjukan bahwa di jam jam tersebut lah, pergerakan forex dalam hak ini gbp/usd mengalami pergerakan yang signifikan, dan bisa di katakan membentuk trend hari itu.

tapi pertanyaan yang muncul di hati saya adalah, bagaimana saya bisa mendapatkan profit, setelah saya tau hal tersebut (jam dimana pergerakan sangat signifikan) sehinga jam-jam tersebut sangat profitable buat kita dan client kita dan ini yang terpenting.hehehe...

yang terpikirkan oleh saya kemudian adalah, bagaimana memanfaatkan apa yang kita ketahui itu tadi, agar kita bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi yg besar tadi.

jadi yang kemudian muncul di otak saya adalah bagaimana atau apa yang harus kita lakukan untuk bisa "menunggangi" pergerakan tersebut.
kesimpulan yang kemudian saya dapat setalah berhari-hari dan berminggu minggu melakukan pengamatan (bahkan berbulan-bulan) adalah bahwa kita harus menentukan posisi sebelum atau pada saat (di) jam tersebut. jadi pada jam jam awal pada shape warna orange itu kita harus sudah menentukan posisi buy atau sell.

so untuk itu kemudian saya merubah cara pandang saya, tidak lagipada "orange shape" tadi, tapi pada pergerakan sebelum "orange shape" itu terjadi
dan saya beri warna biru = blue shape. sehingga pada saat jam "orange shape" terjadi, kita sudah punya dasar tentang apa yang akan dilakukan, pada saat jam-jam "orange shape" itu nantinya.

jadi kita sudah punya patokan-patokan tertentu:

pertama : buy atau sell
kedua : stop loss di berapa
ketiga : target profit di berapa

kelebihan dalam sistem ini, adalah bahwa kita punya dasar dalam trading (tidak asal)
ada level buy / sell, dan ada level stop loss (yang harus di patuhi) ataupun kalo mau kita bisa lakukan balik badan di level tersebut (tergantung margin).

Yang paling menarik adalah, bahwa tiap hari kita bisa mencetak lot dan bisa bak seorang PNS (Pegawai Negeri sipil) yang paginya bisa santai baca koran, siang baru kerja sambil ngopi, dan pulang sore. Ataupun kalo gak mau diibaratkan sebagai PNS, ibaratkan aja sebagai Boss yang datang siang pulang sore.hehe...

Ok ok... kembali pada pokok pembahasan, dari pemikiran itu maka saya mencoba untuk membuka mata dan pikiran untuk menerima masukan dari segala sumber, baik dari forum forum di sekitar saya tapi juga dari forum international.

Dan akhirnya saya menjadi terbuka, oleh ide yang sebetulnya sudah pernah saya dengar hanya, sedikit beda penerapan, dan hal ini boleh di buktikan oleh anda sendiri dan tak perlu pen-demo-an oleh saya, karena sebetulnya sangat simple, dan mudah di praktekan sendiri di komputer anda.

yang diperlukan adalah program Meta trader 4 dan set grafik dalam grafik 1jam.
caranya cukup sederhana:

setelah grafik anda set dalam grafik 1jam (1 hour)
hitung tujuh batang grafik sejak open hari itu (dari jam 00 - 07)
lihat high dan low selama jam-jam tersebut; berapa high dari jam 00 s/d jam 07
dan berapa low dari jam 00 s/d jam 07.

nah itu patokanya, bila pada batang berikutnya harga break high atau break low nah kita tinggal folow saja, buy or sel di harga high atau low tadi.

sederhana bukan..???

nah kita tinggal melakukan riset seberapa akurasinya berdasarkan jumlah point yang ingin kita dapat.

dari riset saya 90% kita bisa memperoleh 20 point setiap kalinya, meski sangat mungkin harga bergerak sampai 100 point lebih. tapi saya tidak sarankan untuk melakukan long trading.

ok kita lihat aja contohnya berikut ini:
Gambar 2.Blue shape konvensioanal. Klik Gambar untuk memperbesar.

untuk memudahkan, seperti yang sudah saya tulis diatas, jam 00 s/d jam 07 akan saya warnai dengan shape warna biru (blue shape).
nah blue shape itu yang akan menjadi patokan kita; yaitu pada jam berikutnya harga apakah akan memecahkan high atau memecahkan low.

contoh diatas adalah kejadian hari selasa 20 mei 2008 kemarin.
kemarin harga di batang ke 8 memecahkan high (dalam hal ini 1.9545) jadi kita lakukan buy di harga tersebut atau pada saat harga memcahkan high (jd tergantung spread di tempat anda)

ide awal adalah mencari 20 point saja, karena berdasar riset, kalo hanya mencari 15-20 point, akurasinya bisa mencapai 90% dengan level stop di harga low (dlm hal ini 9479)saya melakukan riset dengan komit, yaitu mencari profit hanya 20 point dan stoploss nya sebesar range blue shape hari yang bersangkutan.

Yang perlu di ingat adalah karena tak semua hari menunjukan pergerakan yang seperti kemarin, kadang pergerakan hanya menembus blue shape sebanyak 25-30 poin, kemudian masuk lagi ke area blue shape. masalahnya apakan mental kita kuat menerima hal itu..???

Kemudian dengan level stoploss yang cukup lebar, sedang terkadang saya berfikir margin kita tidak sekuat itu, maka kemudian dengan berdiskusi dengan rekan lain, kita mencoba memodifikasi level stop loss tersebut menjadi 50% - 61.8% fibonachi dari range blue shape.

hal lain yang juga saya rubah adalah target profit. dimana sebelumnya saya hanya mencari 20 point, saya rubah menjadi sebesar range blue shape, jika range (hi-lo) blu shape menunjukan range 65 point, berarti kita juga mentargetkan profit sebesar 65 point. tapi dengan stop loss hanya 50% - 61.8% fibo, dari range blue sahape. berikut gambar blue shape modif;
Gambar 3. blue shape modifikasi 2. Klik gambar untuk memperbesar

hanya saja hasil modif ini belum saya hitung akurasinya.

Di bulan februari blue shape konvensional yang belum di modif. menunjukan akurasi yang terburuk yaitu 9 kali salah 11 kali benar (hal ini dipengaruhi jg oleh perbedaan sumber grafik yang dulu saya gunakan) karena kadang saya dulu memakai grafik Nort finace, kadang memakai grafik yg bersumber dari perusahaan lain, yang terkadang berbeda bentuk dan jam closingnya.

mungkin untuk kali ini penjelasanya saya cukupkan sekian dulu. karena ada blue shape modifikasi aplikasi 3. yang sebetulnya bisa kita kembangkan dan sempurnakan sendiri sistem ini. ok salam sukses...!!!

hal hal lain bisa kita diskusikan. baik di chat or sms.

Wednesday, May 14, 2008

hhmmm tampaknya inflasi UK meningkat

laporan inflasi BoE tampaknya kurang menunjukan hal positif, karena seperti yang saya kutipkan dibawah ini (lagi kurang fokus, jadi males terjemahin, sorry);


BoE's King says UK may well suffer 'odd quarter or two' of negative growth
LONDON (Thomson Financial) - The UK may well sink into a technical recession for the first time since the early 1990s even a inflation rises further above target, the Bank of England's governor Mervyn King warned.

In a press briefing, King acknowledged that the economy may experience an 'odd quarter or two' of negative growth, but that he will likely have 'plenty of opportunities to write letters' to Chancellor of the Exchequer Alistair Darling to explain why inflation is running so far above the 2.0 percent target.

'The Monetary Policy Committee is facing its most difficult challenge yet,' King said, adding that inflation will return to target and growth will pick up, but that patience will be required.

The comments came after the release of the BoE's quarterly Inflation Report, which showed that CPI inflation may well touch 4.0 percent in the autumn, two percentage points above the target, just as growth will slump to an annual rate of 1.0 percent as households' real incomes are squeezed.

Still, King said the economic crisis will not be anywhere as bad as the 1930s depression, as sectors outside of finance and property are faring better.

The governor rejected any notion of changing the central bank's remit, stressing that changing the inflation target would not make the rate-setters' job any easier.

'This is not the moment to change the inflation target,' he said.

Regarding the government's 2.7 billion pound tax giveaway yesterday, King said the measure was 'relatively modest' in terms of its impact on the economy and inflation.

King said he was assured that Darling remains committed to the government's fiscal rules, adding that he will be interested to see what offsetting measures are announced by the Chancellor in his pre-budget report this autumn.

The governor noted that the 50 billion pound Special Liquidity Scheme unveiled by the Bank last month has been successful so far in stabilising confidence in the financial sector, but he warned that markets remain fragile.

Paul Tucker, the BoE's executive director of financial markets and a member of the MPC, conditions have improved compared with six to eight weeks ago and noted that some risk appetite is returning, notably in the acquisition of assets above fire-sale prices.

semoga bermanfaat.

Monday, May 12, 2008

so sorry



maafkan karena kesibukan di luar kota dan hal-hal lain, so kurangbisa meng up date blog ini.

Tuesday, April 15, 2008

Hmmm Minggu yang penuh data besar...!

minggu ini seperti apa yang saya tulis sebagai judul. merupakan minggu yang penuh data besar yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar.

ok gak berlama-lama:

minggu yang penuh data besar:

SENIN

UK PPI
merupakan nilai atau angka inflasi dari sektor manufacture pada saat pembelian barang; rata rata inflasi tahap awal industri. kenaikan harga barang mentah dan jasa, biasanya akan terasa oleh konsumen, karena bagaimanapun ini merupakan tahap awal inflasi. ini dapan berdampak pada CPI, Retail sales dan consumer confident. jadi ini dalah laporan tentang inflasi yang merupakan acuan bagi CPI.

US Retail sales
merupakan nilai penjualan pada level retail (pengecer). sebuah komponen penting yang membuat atau memepengaruhi persentase besaran angka Consumer Spending. memberikan dasar bagi ekonomi yang bertumpu padakekuatan consument untuk memepertahankan segala sesuatunya berjalan. data ini bercampak pada PCE dan CPI yang merupakan lapotan Inflasi. Nilai tukan mata uang akan terpengaruh oleh laporan ini karena bagaimanapun hal ini menujukan kekuatan publik yang mencerminkan; kemapuan, keinginan untuk spending (berbelanja).


SELASA.

US Tic Data.
merupakan ukuran dari investasi asing pada US equity, trasury and Bond market atau pasar saham.ini penting sejak dibutuhkannya nilai yang pasti terhadap investasi asing di amerika untuk menemukan atau menentukan "Twin Deficits" yaiti trade balance dan Current Account balance.

kesalahan tanggap pada Tic data menggerakkan pasar satu arah atau ke rah lain karena intuisi untuk menyesuiakan posisi yang ada merespon terhadap kondisi/target quartal berikut atau setengah tahun kedepan.(dampaknya tidak selalu seketika) karena proses penyesuaian posisi tersebut.

Uang yang mengalir keluar dan masuk di pasar US akan selau berdampak pada US Dollar, naiknya investasi asing dapat dilihat pada US Dollar, yaitu mata uang lokal akan dijual untuk memebeli Dollar, dan kemudian Us Dollar tersebut akan di transfer ke dalam treasuries.

pada saat laporan ini di luncurkan, prosses swapping ini telah sudah terjadi, dan mungkin tidak akan berdapak secar instant pada US Dollar. tapi bagaimanapun itu memberikan masukan yang bagus pada sentiment terhadap US dollar.



CPI

SELASA ( UK )
RABU (EURO dan US)
KAMIS ( canada ).

CPI dalah ukuran/nilai rata-rata harga pasti dari keranjang belanja konsumen, yaitu dari barang dan jasa yang telah di beli oleh konsumen, dan dengan demikian akan memberikan atau menunjukan tekanan inflasi secara menyeluruh. ini adalah indikator yang digunakan secara luas oleh bank, institusi dan pemerintah. itu biasanya di gunakan untuk menghitung nilai biaya hidup untuk program program pemerintah.

setiap Bank Central akan mempunyai target CPI tersendiri,dan masing masing akan berbeda, sejalan dengan bagai mana cara mereka secara individual ingin mengontrol ekonomi mereka sendiri. data ini akan menetukan warna/ arah pertumbuhan ekonomi apakah menuju pertumbuhan ekonomi atau sebalik nya menuju contraksi ekonomi, dan sudah pasti akan berdapak pasa setiap data ini di releases.
lapotan ukuran dari inflasi akan mengerakkan pasar, karena itu kan memberikan Bank Central informasi yang mereka butuhkan untuk menentukan tingkat suku bunga. yang akan berpengaruh pada arah big market, dalam memebetikan ituisi untuk menyessuaikan pasisi yan sudah ada, ataupun untuk merencanakan posisi, sebagai response pada arah tingkat suku bunga dan dampaknya pada mata uang ybs. I.e (yakni) CPI tinggi= currency ter apresiasi, CPI rendah= currency terdepresiasi.


RABU

US Beige Book
adalah format dari apa yang akan di bahas dan di diskusikan pada FOMC rate meeting berikutnya


KAMIS

Euro Trade balance dan ZEW Survei
laporan neraca perdagangan. export dikurangi Import dalam satu negara.ini merupakan komponen terbesar dalam neraca pembayaran negara yang bersangkutan.

kenaikan atau penurunan dalam neraca perdagangan ini. akan membantu mencerminkan kondisi ekonomi masa depan dan pertumbuhan regional. itu akan berdampak pada segala aspek ekonomi sebagaimana neraca keseimbangan regional tersebut tercatat.
Mata uang atau currency akan banyak di pengaruhi oleh data ini,yaitu sebagai biaya dari membeli barang inport atau menjual barang export, dan itu sangat tergantung pada tingkat nilai mata uang yang bersangkutan.

sebuah negara yang export nya melebihi atau lebih besar dari importnya (contoh: China) akan mendapatkan keuntungan dari lemahnya mata uang, karena barang eksportnya akan lebih murah dibeli oleh negara lain, dan begitu sebaliknya.


semoga bermanfaat / sorry kalo penulisannya banyak salah.


be wise, be smart and have a nice trading


TQ.

Friday, April 11, 2008

forcast for eur

di bawah ini saya tambahkann berita atau data yang lebih ke soal ekonomi untuk eur, daikaitkan dengan USD, dan kondisi perkonomian teutama setalah fomc minutes kemaren.
semoga bermanfaan bagi kita deh pokoknya.

The Euro-Zone;

The ECB are looking after an economy that has shown great resolve in dealing with an ever increasing Euro valuation, and in dealing with an economy that has continued to grow despite a slow-down in the US. Wage growth, Service expansion, and Industrial trends are all looking better than many had thought possible, and as such leave very little chance of anything other than a hold at 4%.

There was serious Market Chatter of an increase in the latter part of 2007, but that has been tempered by the impacts of the Credit Crisis, and looks as though has been enough to replace a Rate Increase. Wage demands and Commodity Inflation, the ‘Second Round Inflation effects’ are what the ECB is looking to contain, and in reality that could only be done by one of two things; a Rate increase, or a severe Global slow-down that impacts GDP and Exports from the Euro-Zone outside of the ECB target rates. Neither of those look likely in the near-term, but it seems that 1.6000 may be a line in the sand that will be easier to break than many first thought.

If the tones are Hawkish at the 08:30 EDT Press Conference the Euro Bulls may get a chance at the 1.6000 number this week, especially after the FOMC Minutes should a huge difference between these two regions economically. Talk of lower growth and wage inflation being contained could see a test of support at 1.5750.

We'll take the Long side of this one, only looking to buy the dips on the Euro has been something that we have stood by for 9 months now, no need to change that stance until the US shows GDP growth numbers, and Housing Inventory lower; we are 6 months away from that it would seem.

1.5910, 1.5950, 1.6000, 1.6030. Onwards and upwards, and it would seem that the US$ has no real answer in the short-term.

be wise, be smart and have a nice trading bo..!

TQ

Thursday, April 10, 2008

BoE cut 25bp, ECB hold its rate

sore tadi, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, bahwa bank central UK (BoE) memutuskan ungtuk memangkas suku bungnya sebesar 25bp ke 5.0% dari tingakt suku bunga sebelumnya 5.25%.
pemangkasan ini adalah untuk ketiga kalinya setelah pada bulan february lalu dan dari tingkat tertinginya di bulan Desember 5.75%

Sedangkan Untuk ECB seperti juga yang telah diprediksi bahwa merekan akan meng-hold suku bunganya tetap di level 4.0%. selama ini hanya ECB yang masih tetap mempertahankan tingkat suku bunganya. sedang yang lain seperti yang kita tahu bahwa telah beberapa kali memotong sukubunganya.

tapi hal ini tidak semata-mata hanya tingkat suku bunga, tapi lebih merupakan perbedaan hal yang di alami masing masing negara.

untuk Amerika sendiri yang diprediksikan telah dan sedang memasuki masa resesi, dimana tingakt pertumbuhan ekonominya sedang terpuruk, dlam beberapa bulan telah drastis memangkas suku bunganya menjadi 2.25%, dan bahkan di prediksikan di akhir bulan April ini akan kembali memangkas sukubunganya.

IMF sebagai lembaga moneter dunia melihar bahwa US dan UK setidaknya hampir mengalami masalah yang sama di bidang credit /Loan dan merekomendasikan atau memeberikan pandangan bahwa masih ada ruang untuk kedua negara tersebut melakukan pemangkasan suku bunga.

tetapi untuk eropa, sebagaimana yang di katakan oleh Precident ECB, Jean cloud Trichet. meski ia juga melihar bahwa ada resiko pelambtan ekonomi, tapi ia juga mengaskan bahwa apa yang di hadapi ECB tidaklah sama dengan yang dihadapi oleh The Fed. hal ini pula yang mengakibatkan eur berfluktuasi saat ia berkomentar.

Untuk EUR setidaknya baik fundament dan tecknicaly setidaknya kurang l;ebih mengarah pada hal yang sama yaitu penguatan EUR, dan rasanya bukan hal yang mustahil bila dalam waktu dekat ini kita melihat angka Eur 1.6000/USD hehehehe....

pada saat ini dibuat
Eur/Usd : 1.5845 turun dari tertingginya 1.5915
Gbp/Usd : 1.9815 masih bermain di high setelah mencetaj high 1.9847

so... be wise, be smart and have a nice trading...!

Tq.

Wednesday, April 9, 2008

Fed minutes show argument over rate cut, inflation risks at March 18 meeting

WASHINGTON (Thomson Financial) - Minutes of the Federal Reserve's rate-setting meeting on March 18 show a deep divide between officials who feared a long and deep recession might be in the offing, and others who thought further rate cuts might let inflation free into an upward spiral.

Most members of the rate-setting Federal Open Market Committee (FOMC) thought a 'substantial easing' was warranted and voted to cut the target Fed funds rate 0.75 percentage points to 2.25 pct.

The FOMC members saw deterioration in both business and consumer spending and no sign of a stabilization in the housing market that would be needed to support future growth.

'Many participants thought some contraction in economic activity in the first half of 2008 now appeared likely,' the minutes said. That first-half contraction was also part of the Federal Reserve staff's forecast.

That forecast also projected only a temporary benefit from the fiscal stimulus package -- a boost in the second half of 2008 that disappears quickly in 2009.

IDEAglobal economist Joseph Brusuelas sees that as support for his 'W-shaped' forecast. 'Once the economy absorbs the combined stimulus from the fiscal and monetary policy implemented over the past several months, there will be little to support economic activity on over the horizon. Thus, we do think that the domestic economy is in for some very rough sledding over the remainder of the year and well into 2009,' he said.

Some people at the FOMC meeting were even more pessimistic. They thought 'that a prolonged and severe economic downturn could not be ruled out.' And they saw 'evidence that an adverse feedback loop was underway' of the precisely the kind Fed policymakers had been struggling to avoid.

In that downward spiral, a restriction in credit availability prompts a deterioration in the economic outlook that, in turn spurs additional tightening of credit.

'Not surprisingly, the minutes of the March 18 meeting portray an FOMC very concerned about the spillover effects of tightness and dysfunction in the credit markets on economic activity. Downside risks to growth were judged to be dominant, trumping any concerns about higher than desired inflation,' said MFR economist Joshua Shapiro.

The FOMC was facing a situation in which the threat to growth was paralleled with an increasing threat of inflation. Agricultural prices were 'rising at a substantial clip' and crude oil was at record levels.

One group of FOMC participants warned that their business contacts emphasized rising input costs and were trying to pass those costs on to their customers. Another group countered that the economic slowdown would put a limit on the extent of cost pass-throughs.

With both core and headline inflation remaining elevated there was concern that inflation expectations might 'become less firmly anchored' and some indicators were suggesting that expectations had 'edged higher of late.'

Dallas Fed President Richard Fisher and Philadelphia Fed President Charles Plosser voted against the 0.75 pct point cut, according to the minutes 'because in light of heightened inflation risks, they favored easing policy less aggressively.'

The dissenters went so far as to say that 'inflation expectations could potentially become unhinged' if the Fed continued to lower the funds rate 'in the current environment.'

It was the first time since 2002 that two FOMC voters dissented and marked the fifth consecutive meeting with a dissenting vote cast.

The March 18 meeting came just two days after the Fed agreed to provide financing through for finance JP Morgan Chase's takeover of Bear Stearns with a $30 bln loan, cut the discount rate and to open its discount window to investment companies. There was no specific discussion of that decision in the minutes.

Since the January FOMC meeting, the Fed had also opened its discount window to non-banks and established the Term Securities Lending Facility (TSLF) to lend up to $200 bln in Treasuries to investment dealers in return for less desirable collateral such as mortgage-backed securities.

The minutes of the TSLF conference call say most agreed it was an 'appropriate step,' but there was concern it would 'establish a precedent and thus raise expectations of other actions in the future.'

There was a general feeling expressed in the minutes that the Fed's various new lending facilities 'would probably be helpful in bolstering market liquidity and promoting orderly market functioning.'

Tony Crescenzi of Miller Tabak thinks the liquidity moves can matter more than the Fed funds rate now.

'What is important to investors now is not what is next for the fed funds rate, but what else the Fed might consider in response to any future events,' he said. 'Basically, with the Fed in crisis-management mode, discussions of the economy and management of the fed funds rate have been relegated to the background, with unconventional policy prescriptions at the forefront.'

Indeed, the Dallas Fed's Fisher noted in his dissent against the rate cut that a focus on liquidity measures 'would improve economic prospects more quickly and lastingly than would further reductions in the federal funds rate.'

Given the uncertainties of the economic and financial outlook, the FOMC had little trouble agreeing that 'appropriately calibrating the stance of policy was difficult.'

dennis.moore@thomson.com

Some FOMC Members Saw Risk of "Prolonged and Severe" Downturn

sorry... kali ini saya mencuplik sebuah berita dari FF untuk saya upload dan post di sni, kerana saya belum menemukan benang merahnya dalam hal ini.
berukut news yang saya cuplik;

Some FOMC Members Saw Risk of "Prolonged and Severe" Downturn, Minutes Show
14:09 04/08 (CEP News) – Minutes from the Federal Open Market Committee’s March 18 meeting revealed several members saw a risk of a “prolonged and severe” downturn and that there had been “little indication” of stabilization in the U.S. housing market.

Officials had concerns that price expectations might loosen and had discussed evidence of an “adverse feedback loop,” the minutes showed.

It was also revealed that some members raised concerns about a precedent being sent on March 10 in regards to the Terms Securities Lending Facility (TSLF) operation and that the Fed recognizes rate policy alone can’t solve the market problems.

On March 18, the FOMC cut the target for the Fed funds rate by 75 bps to 2.25%, short of forecasts for a 100bp cut. Richard Fisher of the Dallas Fed and Charles Plosser of the Philadelphia Fed both dissented, favouring "less aggressive action at this meeting". Both members are reputed hawks.

Fed officials had seen that the economic outlook had “weakened considerably” and that Fed staff “substantially” cut the GDP forecast.

“The outlook for economic activity had weakened considerably since the January meeting, and members viewed the downside risks to economic growth as having increased,” the minutes read. “Indeed, some believed that a prolonged and severe economic downturn could not be ruled out given the further restriction of credit availability and ongoing weakness in the housing market.”

Tuesday, April 8, 2008

FOMC minute tampaknya dukung dollar

malam nanti, atau rabu dini hari Fomc meeting minutes tampaknya akan menjadi topik yang di tunggu tunggu oleh para forex trader di seluruh dunia.

fokus pembicaraan yang di tunggu adalah tampaknya pernyataan the fed kali ini kurang agresif dalam pendiriannya untuk memangkas suku bunga, dan ini akan menjadi penentu bagi para trader untuk menetukan atau bahkan menyesuiakan posisisnya terhadap kemungkinan tersebut.

seperti yang telah saya posting beberapa hari lalu, bahwa Mr. Ben Bernanke sendiri telah menyatakan bahwa signal inflasi akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga dalam pemikiran saya pribadi, bahwa pemangkasan suku bunga the Fed mungkin akan tertunda tau mungkin bila tetap akan di pangkas pada akhir bulan ini, kemungkinan itu adalah untuk yang terakhir kali dalam beberapa bulan kedepan.
interpretasi ini sepertinya akan mendorong pergerakan pasar dalam dua hari ini.

kemudian laporan atau berita bahwa para trader melakukan posisi long eur dalam kuantitas yang besar, tampaknya tidak sepenuhnya benar. ketidak mampuan membuat New all time high, pada saat sektor tenaga kerja Us terpuruk, dan melemahnya zona ekonomi eropa, tampaknya akan menjadi signal bahwa eur saat ini adalah toppingnya.

ECB pada tanggal 10 april nanti tampaknya masih akan tidak merubah tingkat suku bunganya.
sedangkan BoE sepertinya akan memangkas suku bunganya sebesar 25bp juga pada tanggal 10 april ini.

demikin yang bisa kami sampaikan saat ini.

be wise, be smart and have a nice trading...!

tracking ekonomi

hehehe...

perasaan judulnya terlalu seram ya..???
tapi intinya saya hanya memberikan informasi, dari apa yang saya peroleh

berikut ini adalah beberapa data ekonomi US untuk seminggu kedepan dimulai dari
hari senin 7 april 2008, data berikut ini diperoleh berdasarkan data dari 11 analis wall street. estimasi tersebut berdasarkan kondisi dan estimasi pada hari jumat 4 April 2008 lalu.

berikut data data tersebut:

DATE TIME RELEASE PERIOD CONSENSUS PREVIOUS
(ET)
Monday 1500 Consumer Credit Feb $6.0B $6.9B
Tuesday 1000 Pending Home Sales Feb -1.5% 0.0%
Wednesday 1000 Wholesale Invent Feb +0.5% +0.8%
Thursday 0830 Trade Balance Feb -$57.0B -$58.2B
0830 Jobless Claims Apr 5 390,000 407,000
1400 Federal Budget Mar -$82.0B -$96.3B*
Friday 0830 Import Prices Mar +2.0% +0.2%
0955 Reuters/Michigan Apr 68.5** 69.5***

*March 2007 figure
**Preliminary figure
***Final March figure

Dow Jones Newswires
April 07, 2008 07:35 ET (11:35 GMT).

semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita.

be wise, be smart and have a nice trading.

Friday, April 4, 2008

Bernanke: ekonomi US bisa saja contraksi

pertama-tama saya mencoba untuk menjelaskan bahwa saya bukan bermaksud sok tahu dan sok pinter dalam hal ini. tapi hanya berusha menutupi kelemahan saya di forum ini, karena dengan forum ini saya bisa mengupdate dan mem-file-kan apa yang saya tahu dan pernah saya baca. sehingga jika suatu saat saya lupa saya bisa mencarinya disini.

Pada hari Rabu kemarin, Fed chairman Mr.Bernanke mengatakan bahwa ekonomi amerika bisa saja masuk dalam keadan resesi. tapi beliau juga yakin bahwa tindakan The Fed sudah tepat untuk menanggulangi hal tersebut, dan masih lekat diingtan kita bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini Fed sangat drastis dan gencar melakukan pemotongan suku bunga, yang bertujuan untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

Tapi di sisi lain juga masih kita ingat bahwa beberapa kwartal kebelakang US juga dilanda resiko inflasi yang cukup tinggi. maka dapat saya katakan bahwa Fed juga sebenarnya dalam persimpangan juga. di satu sisi bila berada dalam resiko inflasi maka the fed harus menaikan suku bunga. tapi di sisi lain jika laju pertumbuhan ekonomi melambat drastis karena tingkat suku bunga yang tinggi (terutama di sektor housing) maka mau tak mau the fed harus menurunkan suku bunganya.

demikian gambaran yang bisa saya berikan untuk mengilustrasikan kondisi ekonomi di US saat ini.

kaitanya dengan suku bunga dan inflasi, bernanke juga memberikan gambaran bahwa beliau melihat adanya signal signal yang menunjukan resiko inflasi yang kembali meningkat.

dengan hal ini saya menyimpulakan bahwa meski tentunya akan banyak perdebatan dalam meeting FOMC bulan ini, tapi saya lebih cenderung untuk berfikir bahwa sementara Fed akan meng-hold suku bunganya untuk sementara, meski bayak yang berpendapat bahwa sukubunga US masih akan di potong untuk memungkinkan laju pertumbuhan ekonomi yang kondusif.

tapi kemungkinan lain adalah bahwa jika pun di akhir bulan ini FOMC akan melakukan pemotongan suku bunganya, itu bisa jadi adalah untuk yang terakhir kalinya.

so kita tunggu aja kelanjutannya dengan melihat apa yang akan terjadi pada FOMC metting bulan ini yang di jadwalkan pada tanggal 29-30 april mendatang.

semoga bermanfaat.

so be wise, be smart and have a nice trading...!