Monday, November 30, 2009

UK Recession 'worse than estimated'

Recession 'worse than estimated'

Kanselir Alistair Darling akan mengatakan dalam Anggaran pra-laporan bahwa perekonomian pada tahun 2009 dilakukan lebih buruk daripada yang diperkirakan pertama, Treasury sumber mengatakan.

Mr Darling diharapkan untuk mengatakan bahwa ekonomi Inggris menyusut dari 4,75% tahun ini - lebih dari 3,5% perkiraan semula dalam Anggaran pada bulan Maret.
Penyesuaian mengikuti perekonomian tak terduga kinerja yang buruk dalam tiga bulan pertama tahun ini.Tapi dia cenderung memprediksi bahwa pertumbuhan tetap hingga 2010 perkiraan pertumbuhan antara 1-1,5%.

Kembali ke pertumbuhan

Pada hari Kamis, Mr Darling mengatakan bahwa sejak prakiraan Anggaran dibuat, "data baru telah menunjukkan bahwa kebanyakan ekonomi, kami termasuk, menderita pukulan hebat pada kuartal pertama tahun ini".

Dia menambahkan bahwa ia masih diharapkan kembali ke pertumbuhan sekitar pergantian tahun.

Ekonomi Inggris telah mengalami kontraksi selama enam kuartal terakhir, tetapi ekonomi AS, Jepang, Perancis dan Jerman mulai tumbuh lagi.

Angka ekonomi Inggris baru-baru ini, seperti penjualan ritel dan output manufaktur, telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Penjualan ritel bulan Oktober naik 0,4% dari September, menurut Kantor Statistik Nasional. Dan terbaru Manajer Pembelian Indeks manufaktur menunjukkan peningkatan produksi pada tingkat yang paling cepat selama hampir dua tahun di bulan Oktober.

Dollar Gain Oleh Kekhawatiran

Analisa Fundamental 30 November 2009


Dollar Gain Oleh Kekhawatiran Dubai ; yen retreat dari 14-tahun tertinggi

Dolar naik terhadap euro dan sejumlah mata uang utama pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang kemungkinan default utang Dubai mendorong safe haven the greenback’s.

Namun dolar kehilangan beberapa momentum setelah yen retreat dari 14 tahun tertinggi versus the greenback tinggi oleh anjloknya pasar ekuitas AS. Rendahnya volume perdagangan sehari setelah liburan Thanksgiving AS pada hari Kamis sedikit membatasi pergerakan, kata para pedagang.

Dubai pada hari Rabu mengatakan pihaknya akan meminta kreditor dari dua perusahaan, termasuk konglomerat Dubai World, untuk pembekuan terhadap pembayaran utang sebagai bagian dari restrukturisasi.

“Setiap kali ada situasi di mana para pedagang tidak yakin tentang bagaimana lingkungan politik atau ekonomi akan berjalan baik, seperti Dubai, mereka selalu menjual dan bertanya kemudian,” kata Kathy Lien, direktur riset mata uang di GFT Forex di New York . ” US dolar dan yen Jepang adalah penerima terbesar penjualan ini.”

Potensi besar dari berita ini, diukur oleh utang, Dubai World’s sebesar $ 59 miliar mengguncang pasar pada keprihatinan terhadap penyakit menular dalam sektor perbankan, tetapi pemulihan di Amerika Serikat dan Eropa menyarankan beberapa investor saham diharapkan tidak akan menggagalkan pemulihan.
ICE Futures US dollar index, ukuran nilai the greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,3 persen di 75,032, karena telah naik sekitar 1 persen sebelumnya

Tuesday, November 10, 2009

Review market 10 November 2009


Review market
10 November 2009


Perdagangan di pasar valuta, pada awal pekan ini (09/11/09) Dollar di tutup melemah cukup tajam terhadap seluruh mata uang utama dunia. Index dollar kembali menyentuh level terendah 74.94, dimana di buka pada level 75.58 dan di tutup pada level 75.02

Bayang suram ekonomi US tercermin pada tingkat pengangguran yang terus bergerak massive, merupakan masalah serius terhadap perekonomian. Meningkatnya jumlah pengangguran akan melemahkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian akan semakin melemah dan akan tercermin pada melemahnya permintaan terhadap barang dan jasa, dan hal ini akan berpengaruh terhadap sektor manufaktur dalam negeri.

Sektor manufaktur selain mendapat tekanan dari dalam negeri, juga mendapat tekanan dari barang-barang import, makan perlu campur tangan pemerintah, sehingga pertemuan G20 kemarin tetap pada kebijakan semula, yaitu pemerintah masih tetap pada kebijakan stimulus. Rendahnya petunjuk dari data-data terhadap Amerika malam tadi, menekan dollar yaitu pasar merespon data tingakat pengangguran yang melonjak diluar perkiraan analis.

EUR kemarin terpantau menguat cukup tajam, kembali bergerak diatas level 1.5 dimana permintaan terhadap mata uang ini kembali terjadi setelah negatifnya sentimen terhadap Amerika dan dirilisnya data eropa yang cukup baik. Antara lain; tingkat kepercayaan konsumen, data industrial production yang juga mengalami kenaik menjadi 2.7% dari 1.8% namun terjadi penurunan dalam neraca perdagangan surplus, yaitu menjadi surplus 9.9 milyar dari 10.6 milyar.

Sementara itu pinjaman rumah di Australia naik tajam dalam enam bulan terakhir, sehingga memperkuat keputusan bank sentral untuk menaikan sukubunga pekan lalu untuk kedua kalinya dalam sebulan.Survey dari Bloomberg menyatakan sebanyak 17 ekonom memperkirakan kaiakan sebasar 3%. Meningkatnya peijaman rumah pada masa pemerintahan PM Kevin Rudd ini menambah signal peningkatan ekonomi yang akan mendorong Gubernur Bank Central Glenn Stevens untuk menaikan sukubunga pinjaman di bulan ketiga pada tanggal 1 Desembe mendatang, demikian menurut analis yang di survei Bloomberg.

Pekan Lalu Bank Central mengatakan ekonomi akan tumbuh 3kali lipat pada tahun ini sesuai dengan perkiraan bulan agustus. Stevens mengisaratkan resiko yang akan terjadi dalam pasar perumahan, berkaitan dengan naikanya sukubunga pinjaman.

Sementara itu fokus hari ini diwarnai oleh data-data dari eropa dan jepang. namun untuk US minim data yang dirilis. sehingga diperkirakan Dollar masih dalam tekanan jual. Disamping itu kemarin Greenspan mengapresiasi kenaikan harga di bursa saham yang dinilai telah kembali normal, selain itu beliau juga mellihat reboundnya harga rumah memberikan harapan akan meredanya gelombang penyitaan. dari pernyataan greenspan tersebut setidaknya memberikan suatu harapan di tengah suramnya pasar tenaga kerja.

Pasar bursa mendapatkan ketenangan setelah G20 tetap pada komitmenya untuk melanjutkan kebijakan stimulus ekonomi, yang berarti pemerintah tidak akn tinggal diam terhadap permasalahan yang dihadapi korporasi
Sementara itu the Fed mengisaratkan tingkat Sukubunga hingga kuartal pertama 2010 diprediksikan akan tetap berada pada level rendah.

Minyak pada perdagangan malam tadi ditutup menguat, dibuka pada level 77.82 dan di tutup pada 79.18. Minyak naik akibat melemanya Dollar, dimana para pemegang uang di luar dollar memandang minyak murah sehingga meingkatkan minat beli. Menurunya nilai tukar Dollar terhadap Euro dalam dua minggi terakhir memberikan dampak psikologis terhadap trend penguatan.