Tuesday, November 10, 2009

Review market 10 November 2009


Review market
10 November 2009


Perdagangan di pasar valuta, pada awal pekan ini (09/11/09) Dollar di tutup melemah cukup tajam terhadap seluruh mata uang utama dunia. Index dollar kembali menyentuh level terendah 74.94, dimana di buka pada level 75.58 dan di tutup pada level 75.02

Bayang suram ekonomi US tercermin pada tingkat pengangguran yang terus bergerak massive, merupakan masalah serius terhadap perekonomian. Meningkatnya jumlah pengangguran akan melemahkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian akan semakin melemah dan akan tercermin pada melemahnya permintaan terhadap barang dan jasa, dan hal ini akan berpengaruh terhadap sektor manufaktur dalam negeri.

Sektor manufaktur selain mendapat tekanan dari dalam negeri, juga mendapat tekanan dari barang-barang import, makan perlu campur tangan pemerintah, sehingga pertemuan G20 kemarin tetap pada kebijakan semula, yaitu pemerintah masih tetap pada kebijakan stimulus. Rendahnya petunjuk dari data-data terhadap Amerika malam tadi, menekan dollar yaitu pasar merespon data tingakat pengangguran yang melonjak diluar perkiraan analis.

EUR kemarin terpantau menguat cukup tajam, kembali bergerak diatas level 1.5 dimana permintaan terhadap mata uang ini kembali terjadi setelah negatifnya sentimen terhadap Amerika dan dirilisnya data eropa yang cukup baik. Antara lain; tingkat kepercayaan konsumen, data industrial production yang juga mengalami kenaik menjadi 2.7% dari 1.8% namun terjadi penurunan dalam neraca perdagangan surplus, yaitu menjadi surplus 9.9 milyar dari 10.6 milyar.

Sementara itu pinjaman rumah di Australia naik tajam dalam enam bulan terakhir, sehingga memperkuat keputusan bank sentral untuk menaikan sukubunga pekan lalu untuk kedua kalinya dalam sebulan.Survey dari Bloomberg menyatakan sebanyak 17 ekonom memperkirakan kaiakan sebasar 3%. Meningkatnya peijaman rumah pada masa pemerintahan PM Kevin Rudd ini menambah signal peningkatan ekonomi yang akan mendorong Gubernur Bank Central Glenn Stevens untuk menaikan sukubunga pinjaman di bulan ketiga pada tanggal 1 Desembe mendatang, demikian menurut analis yang di survei Bloomberg.

Pekan Lalu Bank Central mengatakan ekonomi akan tumbuh 3kali lipat pada tahun ini sesuai dengan perkiraan bulan agustus. Stevens mengisaratkan resiko yang akan terjadi dalam pasar perumahan, berkaitan dengan naikanya sukubunga pinjaman.

Sementara itu fokus hari ini diwarnai oleh data-data dari eropa dan jepang. namun untuk US minim data yang dirilis. sehingga diperkirakan Dollar masih dalam tekanan jual. Disamping itu kemarin Greenspan mengapresiasi kenaikan harga di bursa saham yang dinilai telah kembali normal, selain itu beliau juga mellihat reboundnya harga rumah memberikan harapan akan meredanya gelombang penyitaan. dari pernyataan greenspan tersebut setidaknya memberikan suatu harapan di tengah suramnya pasar tenaga kerja.

Pasar bursa mendapatkan ketenangan setelah G20 tetap pada komitmenya untuk melanjutkan kebijakan stimulus ekonomi, yang berarti pemerintah tidak akn tinggal diam terhadap permasalahan yang dihadapi korporasi
Sementara itu the Fed mengisaratkan tingkat Sukubunga hingga kuartal pertama 2010 diprediksikan akan tetap berada pada level rendah.

Minyak pada perdagangan malam tadi ditutup menguat, dibuka pada level 77.82 dan di tutup pada 79.18. Minyak naik akibat melemanya Dollar, dimana para pemegang uang di luar dollar memandang minyak murah sehingga meingkatkan minat beli. Menurunya nilai tukar Dollar terhadap Euro dalam dua minggi terakhir memberikan dampak psikologis terhadap trend penguatan.

No comments: