Bank Sentral Korea Selatan membeli emas untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade akibat pertumbuhan global dan ketidakpastian utang mendorong otoritas moneter di seluruh dunia untuk diversifikasi cadangan devisa.
Mengutip Reuters, sebuah pemulihan ekonomi global dan kondisi utang yang genting rapuh di Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan daya tarik safe haven dari emas, mengangkat harganya ke rekor tertinggi pada Juli.
Bank of Korea mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa (2/8) untuk membeli 25 ton metrik emas selama dua bulan terakhir, meningkatkan untuk memegang emas menjadi 39,4 metrik ton, atau 0,4 persen dari total cadangan. Pelaksanaannya masih jauh meningkat lebih kecil dari bank sentral Asia, dengan China, yang menempati peringkat keenam dunia, terbesar di antara bank-bank Asia dengan 1.054,1 metrik ton, setara dengan 1,6 persen dari cadangan total pada akhir Mei, World Gold Council mengatakan.
Jepang, No.9 secara global, memiliki 765,2 metrik ton emas, atau 3,3 persen dari total cadangan, dan peringkat 11 India 557,7 metrik ton, atau 8,7 persen.
"Bank Sentral Korea Selatan tampaknya agak terlambat ke sana, tetapi investor harus terus memperkirakan dukungan terhadap harga emas akibat bankir bank sentral di seluruh dunia diunderinvested emas," kata Sean McGillivray, kepala alokasi aset di Great Pacific Wealth Management. "Investor dan gubernur bank sentral berusaha untuk melindungi daya beli, (oleh) diversifikasi mata uang, emas."
Bank of Korea mengatakan telah membeli emas senilai $ 1,24 miliar. Ia tidak mengatakan apakah mereka telah membeli emas batangan atau dalam bentuk fund. Bank sentral juga tidak mengatakan apakah akan berencana untuk membeli lebih banyak emas. Tapi kemungkinan tipis bagi bank untuk meningkatkan tajam kepemilikan emas dalam waktu dekat karena mereka ingin membuat keuntungan dari pengelolaan cadangan emas, sementara hampir tidak memberikan hasil kecuali itu dijual dengan keuntungan, suatu tindakan yang dapat menyebabkan tremor di pasar atau mengirim sinyal yang tidak diinginkan kepada investor.
Korea Selatan berada di posisi ke-45 dalam daftar bank sentral pemegang emas World Gold Council, naik dari 56 sebelumnya, Bank of Korea mengatakan. Amerika Serikat memiliki emas terbesar dalam cadangan, di 8.133,5 metrik ton, atau 74,7 persen dari total cadangan, menurut laporan Juli WGC. Jerman kedua dengan 3.401 metrik ton, atau 71,7 persen dari total cadangan.
Cadangan devisa Korea Selatan naik sebesar $ 6,55 miliar pada bulan Juli menjadi $ 311,03 miliar, setara dengan sekitar 30 persen dari produk domestik bruto tahunan yang lebih dari $ 1 triliun pada 2010. Cadangan devisa Korea Selatan peringkat ketujuh di dunia per akhir Juni.
Tuesday, August 2, 2011
Parlemen US loloskan UU hutang.
Parlemen Amerika Serikat melalui pemungutan suara yang berakhir 269-161, akhirnya menyepakati paket batas utang baru untuk menghindari kebangkrutan pemerintah federal. Langkah selanjutnya adalah menyerahkan kesepakatan ini ke Senat dan menunggu persetujuan Presiden Barack Obama sebelum resmi menjadi sebuah undang-undang.
Undang-undang ini nantinya akan menambah plafon utang pemerintah Amerika Serikat sebanyak US$ 2,4 triliun atau sekitar Rp 20.200 triliun. Sebelumnya batas tertinggi utang AS dipatok pada angka US$ 14,3 triliun atau sekitar Rp 120,900 triliun.
Selain menghindarkan AS dari kebangkrutan yang bisa mempengaruhi perekonomian global, kesepakatan ini juga diyakini bisa menghemat anggaran negeri itu sebanyak US$ 2,3 triliun selama 10 tahun. Kesepakatan ini akhirnya tercapai setelah selama berbulan-bulan pembicaraan penambahan plafon utang antara partai Republik dan Demokrat selalu menemui jalan buntu.
Di akhir pemungutan suara, anggota kongres Gabrielle Gifford, yang ditembak di Tucson, Arizona Januari lalu, tampak menyambut hangat hasil yang diperoleh parlemen itu. Dia diketahui memberikan persetujuannya untuk penambahan plafon utang pemerintah.
Sementara itu, pimpinan Partai Demokrat di Senat, Harry Reid mengatakan para senator akan melakukan pemungutan suara pada Selasa (2/8) ini, pukul 16.00 waktu setempat. Untuk mendapat persetujuan senat, undang-undang ini harus mendapat dukungan sedikitnya 60 suara dari 100 kursi senat.
Diharapkan, Senat bisa ikut menyepakati rancangan penambahan plafon utang ini sebab di saat yang sama adalah tenggat waktu pembayaran utang pemerintah AS. Jika paket penambahan plafon utang ini disepakati maka pemerintah AS memiliki cukup dana untuk menggelar pemilihan presiden tahun depan.
Meski undang-undang ini diharapkan lolos di senat yang mayoritas kursinya dikuasai Partai Demokrat, beberapa senator asal Demokrat justru berkampanye untuk menentang rencana ini. Para senator itu khawatir program penambahan plafon utang itu akan memangkas anggaran untuk sejumlah program sosial, jaminan hari tua dan jaminan kesehatan bagi rakyat kecil.
Undang-undang ini nantinya akan menambah plafon utang pemerintah Amerika Serikat sebanyak US$ 2,4 triliun atau sekitar Rp 20.200 triliun. Sebelumnya batas tertinggi utang AS dipatok pada angka US$ 14,3 triliun atau sekitar Rp 120,900 triliun.
Selain menghindarkan AS dari kebangkrutan yang bisa mempengaruhi perekonomian global, kesepakatan ini juga diyakini bisa menghemat anggaran negeri itu sebanyak US$ 2,3 triliun selama 10 tahun. Kesepakatan ini akhirnya tercapai setelah selama berbulan-bulan pembicaraan penambahan plafon utang antara partai Republik dan Demokrat selalu menemui jalan buntu.
Di akhir pemungutan suara, anggota kongres Gabrielle Gifford, yang ditembak di Tucson, Arizona Januari lalu, tampak menyambut hangat hasil yang diperoleh parlemen itu. Dia diketahui memberikan persetujuannya untuk penambahan plafon utang pemerintah.
Sementara itu, pimpinan Partai Demokrat di Senat, Harry Reid mengatakan para senator akan melakukan pemungutan suara pada Selasa (2/8) ini, pukul 16.00 waktu setempat. Untuk mendapat persetujuan senat, undang-undang ini harus mendapat dukungan sedikitnya 60 suara dari 100 kursi senat.
Diharapkan, Senat bisa ikut menyepakati rancangan penambahan plafon utang ini sebab di saat yang sama adalah tenggat waktu pembayaran utang pemerintah AS. Jika paket penambahan plafon utang ini disepakati maka pemerintah AS memiliki cukup dana untuk menggelar pemilihan presiden tahun depan.
Meski undang-undang ini diharapkan lolos di senat yang mayoritas kursinya dikuasai Partai Demokrat, beberapa senator asal Demokrat justru berkampanye untuk menentang rencana ini. Para senator itu khawatir program penambahan plafon utang itu akan memangkas anggaran untuk sejumlah program sosial, jaminan hari tua dan jaminan kesehatan bagi rakyat kecil.
Subscribe to:
Posts (Atom)