Tuesday, August 16, 2011

Todays Outlook 16 Aug 2011

Outlook chf

• Franc Swiss anjlok ke level terendah 2 pekan terhadap euro dan juga dolar dipicu spekulasi bahwa SNB akan berpeluang melakukan langkah lanjutan untuk menghambat apresiasi mata uangnya dengan mematok target nilai tukarnya paling cepat dalam pekan ini.
• Jika retorika dan rumor yang terjadi belakangan ini tidak mendapat dukungan langsung dari SNB, maka pelemahan franc berpotensi terbatas karena kondisi ekonomi yang belum menentu khususnya di AS dan Eropa, sehingga dapat memicu berkembangnya kembali minat terhadap mata uang safe‐haven.
• Spekulasi mengenai kemungkinan diberlakukannya target level franc terhadap euro muncul setelah surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, melaporkan pada hari Minggu kemarin bahwa SNB akan segera membatasi nilai tukar euro/Swiss.
• Pembahasan masalah pematokan harga (pegging) terlihat intensif di pasar menjelang sidang pemerintah Swiss hari Rabu, setelah SNB mendapat dukungan dari partai politik terbesar Swiss atas langkah‐langkahnya dalam meredam penguatan franc. Christoph Blocher, seorang tokoh terkemuka dalam partai sayap kanan, Swiss People's Party (SVP), adalah salah satu kritikus paling keras atas langkah intervensi sebelumnya oleh Bank Nasional Swiss dan kerugian yang dihasilkan. Namun akhir pekan kemarin sikapnya melunak dan berbalik memberi dukungan terhadap langkah kebijakan SNB.
• Dolar menguat 0,8% ke level 0.7840, jauh di atas level rekor terendahnya pekan lalu di 0,7067. Sedangkan euro menguat lebih dari 2% ke level 1.1332 franc.

Japan Outlook


• Dolar tidak banyak berubah terhadap yen di sekitar 76.80 yen, tidak jauh dari rekor terendahnya di 75.25 yen yang dicapai pada pertengahan Maret lalu. Investor enggan untuk mendorong penguatan yen lebih lanjut karena adanya ancaman intervensi oleh BOJ untuk melemahkan yen, namun mereka juga enggan untuk menjual yen terhadap dolar menyusul kondisi ekonomi AS yang masih belum menentu.
• Kondisi ekonomi Jepang juga tidak seburuk perkiraan sebelumnya, hal ini terlihat pada rilis data GDP‐Q2 kemarin yang jauh lebih baik dari perkiraan dan juga dari periode sebelumnya, seiring perusahaan melakukan langkah maju dalam meningkatkan produksinya setelah menderita kerugian akibat bencana gempa dan tsunami Maret lalu. Namun penguatan yen dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global berpotensi menyuramkan prospek pemulihan ekonomi Jepang.
• Kalangan analis pasar dan juga Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda berpandangan sama bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan mengalami ekspansi di periode Juli‐September, yang bisa jadi akan mencatat ekspansi terpesatnya diantara negara industri maju lainnya menyusul ekspor dan output pabrikan kembali ke level sebelum terjadi bencana.
• Namun demikian, kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang berpotensi meluas menjadi krisis global, berpotensi menyuramkan prospek pemulihan ekonomi Jepang yang mengandalkan sektor ekspornya. Hal ini akan menambah peluang berlanjutnya intervensi penjualan yen dan kebijakan moneter longgar untuk mengamankan pemulihan ekonomi.

GBP Outlook


• Sterling menguat terhadap dollar AS Senin lalu setelah sejumlah pelemahan data ekonomi AS yang memukul mata uangnya, tetapi permasalahan berkenaan dengan recovery Inggris dan peluang pada monetary easing di ekspektasi untuk menjaga pound untuk terus dipantau.
• Mata uang Inggris merosot lagi terhadap meluasnya penguatan euro, yang mana meluasnya kenaikan dibawa oleh penguatan Swiss franc pada spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) kemungkinan mengumumkan untuk membendung kenaikan mata uang the franc.
• Pada perdagangan London, pound naik 0.8 persen dalam hariannya ke level tertinggi hariannya $1.6410. Telah melengkung diatas technical resistance pada level $1.6214, 55‐day moving average, tetapi mencapai resistance dengan aksi selling oleh sovereign investors dan UK corporates diatas level $1.63.
• Ekonomi Inggris tidak membutuhkan stimulus berikutnya dari quantitative easing saat ini, meskipun adakalanya dapat dilakukan, pengambil kebijakan Bank of England David Miles mengungkapkannya dalam publikasi wawancara Senin lalu.

Eropean Outlook

• Euro telah menguat mendekati level tertinggi 3 pekan terhadap dolar, didukung oleh sejumlah ekspektasi mengenai hasil positif yang mungkin didapat dari hasil pertemuan Selasa ini antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membahas krisis utang.
• Namun demikian, penguatan euro nampaknya akan terbatas akibat kekhawatiran terhadap saham perbankan Eropa dan resiko untuk peringkat utang Prancis.
• Euro naik tajam terhadap dolar, dibantu oleh keuntungan mata uang tunggal Eropa tersebut terhadap franc Swiss dan rilis buruk data indeks manufaktur New York, yang merosot ke ‐7,72 di bulan Agustus.
• Sikap lunak Jerman atas obligasi zona euro berpotensi mendukung penguatan euro. Dan pasar juga menantikan pertemuan antara Sarkozy dan Merkel.
• Euro juga diuntungkan oleh laporan yang mengatakan bahwa ECB telah membelanjakan sekitar 22 milyar euro untuk membeli obligasi pemerintah di pekan lalu, seiring dimulainya kembali program pembelian obligasi untuk membendung penyebaran krisis utang zona euro ke Spanyol dan Italia. Jumlah pembelian ECB tersebut (dalam skala mingguan) adalah yang paling besar sejak program pembelian obligasi mulai dilakukan di bulan Mei tahun lalu.
• Sementara itu, hasil polling Reuters menunjukkan tekanan di pasar uang terlihat meningkat meskipun ECB telah menjanjikan pemberian dana tak terbatas dan likuiditas tambahan dengan durasi 6 bulan. Sekitar 11 dari 22 pedagangn yang disurvey Reuters berkeyakinan bahwa tekanan di pasar uang akan berlanjut meningkat seiring adanya keraguan dan sikap tidak percaya antar masing‐masing bank. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun ini.
• The three‐month Euribor rate , barometer utama untuk melihat pinjaman antar bank tanpa jaminan, naik menjadi 1,538 persen pada hari Senin dari 1,535 persen pada hari Jumat, bahkan saat likuiditas tetap tinggi.

US & Global Outlook

• Bursa saham Wall Street menguat dengan harga minyak mentah Senin lalu karena berita‐berita akuisisi dan menguat dari ekspektasinya data ekonomi di Jepang yang membawa pasar bertahan untuk terus menguat kedepannya setelah tekanan pekan lalu.
• Berita bahwa Google Inc menawarkan untuk membeli saham Motorola Mobility Holdings Inc sekitar $12.5 milyar in cash mendorong rebound pada bursa saham AS dalam rangkaian tiga hari terakhirnya.
• Indeks Wall Street's Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 213.88 poin, atau 1.90 persen, ke level 11,482.90. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 25.68 poin, atau 2.18 persen,ke level 1,204.49. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 47.22 poin, atau 1.88 persen, ke level 2,555.20.
• Ekuitas global melejit keluar dari pelemahan bulan Agustusnya dari berita bahwa ekonomi Jepang melemah sedikit dari yang dapat diantisipasi pada kuartal kedua karena perusahaan‐perusahaan membuat langkah keluar dari kerusakan gempa bumi dan tsunami. Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS>, perluasan ukuran pada ekuitas global, naik mendekati 2 persen, menguat 8 persen sejak tertekan kedalam level terendahnya 11 bulan Kamis sebalumnya.
• Swiss franc mersot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro dan dollar AS Senin lalu dari spekulasi Swiss National Bank dapat kedepannya mengintervensi untuk mengekang apresiasi mata uangnya dengan menetapkan target nilai tukarnya minggu ini.
• Pada perdagangan sore harinya di NewYork, euro naik 2.4 persen kelevel 1.13540 francs, meskipun telah mencapai level tertingginya 1.14584 pada awalnya dari trading platform EBS, level terkuatnya sejak akhir Juli. Levelnya saat ini mengarah diatas level terendahnya minggu lalu disekitar level 1.0075 francs.
• Dollar AS ke level 0.78640 franc , yang naik 1.1 persen, jauh diatas level terendahnya minggu lalu 0.70676.
• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen pada level $1.4436 .
• Kebanyakan harga Tresuri AS stabil, sementara itu obligasi bertenor jangka panjang anjlok karena saham‐saham mengalami recover dan investor mencari tanda‐tanda stabilitas setelah kejadian minggu lalu.
• Harga emas naik Senin lalu setelah penurunannya dalam dua hari sebelumnya karena bullion investor berbalik untuk memfokuskan pada pengajuan regulasi AS berikutnya yang akan menunjukkan peluang pada posisi gold hedge funds' dan meeting French‐German Selasa ini untuk mendiskusikan krisis utang euro. Spot gold meningkat 0.4 persen ke level $1,753.49 per ons. Telah mencatatkan kenaikan mendekati 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak awal November lalu.
• Minyak mentah meningkat lebih dari $1 per barrel Senin lalu, didukung oleh harapan para pemimpin Eropa akan datang dengan solusi pada krisis utang regional dan meluasnya kenaikan pasar global. Brent crude oil futures untuk bulan September bertambah $1.58 ke level $109.61 per barrel pada pukul 2:35 p.m. EDT (1835 GMT), setelah anjlok ke level $107.40. U.S. crude diperdagangkan melejit $2.50 untuk di settle ke level $87.88 per barrel.

No comments: