Bank of Japan menaikkan suku bunga hari rabu kemarin 25 basis poin menjadi 0,50%, dilatar belakangi bahwa pertumbuhan ekonomi membutuhkan borrowing costs yang cukup tinggi walau sedikitnya tanda-tanda inflasi.BOJ mengatakan ekonomi sepertinya akan terus tumbuh dan diperlukan penyesuaian suku bunga secara bertahap. Hanya satu anggota dewan kebijakan yang menolak kenaikan. Suku bunga saat ini berada pada level tertinggi di lebih dari satu decade terakhir. Beberapa waktu yang lalu pasar berbeda pendapat mengenai apakan BOJ akan mengambil sikap untuk meredakan resiko ekonomi yang muncul karena terlalu rendahnya rate uang untuk waktu yang cukup lama.
Argumen mengenai naiknya suku bunga dipicu oleh data minggu lalu yang menunjukkan ekonomi tumbuh cepat dari perkiraan, walau konsumsi dan tekanan harga masih ada.
Maret tahun lalu, BOJ mengakhiri kebijakannya yang dikenal dengan zero rate policy akibat berlebihnya suplai uang ke system perbankan. Di bulan Juli suku bunga naik 0,25% dari nol, yang merupakan kenaikan suku bunga pertama dalam enam tahun terakhir.
Maret tahun lalu, BOJ mengakhiri kebijakannya yang dikenal dengan zero rate policy akibat berlebihnya suplai uang ke system perbankan. Di bulan Juli suku bunga naik 0,25% dari nol, yang merupakan kenaikan suku bunga pertama dalam enam tahun terakhir.
Pasar sempat guncang setelah mendengar media melaporkan Gubernur Fukui mengajukan kenaikan suku bunga. Dolar kehilangan setengah yen segera setelah laporan tersebut sementara investor membeli yen karena diperkirakan akan terjadi kenaikan suku bunga.
Dolar bahkan semakin jatuh setelah kabar tersebut dikonfirmasi dan akhirnya kembali menguat penuh. Pada pukul 12:28 wib, dolar berada pada 120,40 yen, naik dari 119,73.
No comments:
Post a Comment